DENPASAR, Radarbali.id- Pada perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, musisi Gede Robi Supriyanto yang merupakan vokalis band Navicula, merilis sebuah lagu berjudul ”Andai Aku Jadi Gubernur Bali”. Lagu ini, sebagai bentuk ekspresi Gede Robi sebagai musisi sekaligus masyarakat Bali, untuk dapat memilih calon pemimpin yang ideal.
Gede Robi menjelaskan, lagu ini menceritakan tentang aspirasinya sebagai masyarakat Bali. Terlebih, masyarakat sendiri menaruh harapan kepada calon pemimpin Bali yang ideal. Karena, pemimpin tersebut nantinya diharapkan bisa bekerja maksimal untuk rakyat jika nanti telah terpilih. ”Isu yang diangkat lewat lagu ini sebenarnya adalah isu berat, namun diangkat lewat cara yang lugas, musik yang ringan, dan sedikit sentuhan humor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali, Kamis (7/11).
Lagu ini mengusung genre punk rock, balada, dengan sentuhan aransemen sederhana yang cukup easy listening. Lagu ini resmi dirilis secara digital melalui platform Spotify, Joox, YouTube, dan Amazon Music, pada tanggal 1 November 2024 lalu. Tak hanya lagu utuh, Gede Robi juga merilis versi instrumental beberapa hari setelah single dirilis, yaitu pada tanggal 4 November. Tujuannya, agar bisa di-cover oleh pendengar yang ingin menyalurkan aspirasi masing-masing lewat musik yang telah disediakan.
Hal itu dilakukan, karena ia yakin bahwa setiap orang pasti punya aspirasinya masing-masing, sekaligus merangsang kebebasan berpendapat yang selaras dengan semangat, asas, dan prinsip demokrasi di Indonesia.
Selain itu, lewat lagu ini, ia berharap masyarakat lebih kritis dan rasional, menggunakan logika dan hati nurani untuk memilih calon pemimpin yang ideal. ”Bukan hanya untuk pilkada tahun ini saja, tetapi pada pemilihan-pemilihan berikutnya. Lagu ini bersifat netral, tidak mendukung atau memojokkan pihak tertentu. Semata-mata untuk kondisi dan situasi Bali yang lebih baik,” sambungnya.
Imbuhnya, lagu itu juga sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi politik saat ini yang disuarakan lewat jalur berkesenian, sebagai media informasi dan edukasi. ”Sebagai warga yang peduli, kita punya hak untuk menyampaikan aspirasi dengan damai dan bertanggung jawab sesuai porsi dan peran kita di masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : Made Dwija Putera