Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Asyiknya Mengikuti Aktivitas Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group (2) : Dapat Apresiasi hingga Luar negeri

Juliadi Radar Bali • Selasa, 19 November 2024 | 00:15 WIB
GIAT BERLATIH : Suasana latihan di Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group Desa Dauh Peken, Tabanan. (juliadi/radar bali)
GIAT BERLATIH : Suasana latihan di Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group Desa Dauh Peken, Tabanan. (juliadi/radar bali)

Kecintaan dalam pelestarian seni budaya seiring perjalanan waktu membuahkan hasil dengan menorehkan beberapa prestasi seni. Juga berhasil tampil di pentas kancah internasional. 

HASIL kerja keras nan serius itu kini terasa. Mulai dari penghargaan dari Duta Besar RI di Santiago, Chile atas partisipasi peringatan HUT RI ke-60 dan Promosi Budaya Indonesia. 

Selain itu Haridwipa Gamelan Group juga mampu pentas di luar negeri. Seperti Negara Chile, Peru tahun 2005, Prancis tahun 2006, New York tahun 2007 dan Austria tahun 2009 dan Singapura tahun 2018. 

 Baca Juga: Sanggar Seni Tindak Alit Badung Memukau di Hari Terakhir PKB

"Bahkan pada tahun 2025 mendatang kami akan tampil pada festival di Negara Thailand," beber pria lulusan S2 Seni ISI Denpasar. 

Tidak kalah menariknya dari hasil pendidikan pelestarian seni budaya dengan membentuk Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group juga memberikan ruang kesempatan kepada anak-anak di Tabanan untuk belajar seni. Karena merekalah sebagai penerus generasi mendatang. 

Dengan mengajarkan beberapa materi yang biasanya merujuk pada tabuh gilak, tabuh telu, gending, petopengan, tabuh kreasi, iringan tarian Bali serta olahan kreativitas seni dalam ranah melestarikan dan mengembangkan karya seni baru.

Saat ini ada sebanyak 240 anggota yang tergabung dari Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group. Itu mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. 

Hasilnya pun pernah juga mengajar gamelan di daerah lainnya di Indonesia. Yakni di daerah Bangka Belitung, Madiun, Solo, Jogja dan Surabaya. 

"Yang menarik kan saat ini kami bisa menciptakan inovasi alat musik reklik berbasis lokal genius budaya agraris (pertanian) yang menjadi ikon seni di Singasana Tabanan," ungkap I Gusti Nengah Hari Mahardika. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #pegiat seni #sanggar seni