JAKARTA, radarbali.id - Selebgram Lina Mukherjee saat ini telah resmi bebas dari penjara setelah divonis dua tahun penjara akibat kasus penistaan agama yang menjeratnya.
Vonis dua tahun tersebut membuat Lina Mukherjee banyak belajar kehidupan di dalam bui.
Masa tahanannya pun tak sampai dia tahun lantaran ia berkelakuan baik dan baru-baru ini dinyatakan bebas.
Lina Mukherjee sendirimenjadikan pengalaman dibuinya sebagai pelajaran berharga dalam hidupnya.
Kasus makan babi dengan mengucapkan bismillah tersebut membuat ia tersadar bahwa segala tindakan harus dipikirkan matang-matang dan penuh pertimbangan.
Kendati mengaku perbuatannya tersebut salah, namun wanita berusia 36 tahun tersebut menyebutkan dirinya tertekan dan merasa terzolimi hingga berakhir 2 tahun hukuman penjara.
Ia merasa hukumannya tersebut setara dengan koruptor besar yang ia temui dalam lapas.
Bahkan saat pertama memasuki lapas ia merasa bahwa tuhan tidak adil terhadapnya.
“Hukuman saya sama dengan koruptor yang makan uang rakyat, saya Lo Cuma konten doang itu babi pun tidak saya makan tapi kenapa hukumanku sama, saya muak dan marah dengan tuhan karena tidak adil,” ucapnya sambil menahan tangis.
Lina yang dikenal ceria tersebut mengaku syok dan prustasi saat pertama kali menginjakkan kakinya di lapas.
Ia menyebutkan bahwa hukuman dua tahun penjara sangat tidak adil untuknya.
Karena prustasi ia pun sempat meragukan keadilan Tuhan dan bertanya di mana letak keadilan Tuhan.
Untuk mengatasi rasa prustasi dirinya Lina mencoba mendatangi penghuni lapas satu persatu untuk menanyakan kasus mereka.
Hingga akhirnya Lina pun dipertemukan oleh narapidana yang lebih mengenaskan dan menerima hukuman yang jauh lebih tak adil darinya.
“Hukum di Indonesia ini memang tumpul ke bawah, ada temanku dia narapidana maling barang rongsokan untuk membeli susu anaknya tapi dihukum dua tahun penjara sementara anaknya masih balita, anaknya dijualnya karena ia harus dibui,” ucap Lina sambil menangis.
Dengan apa yang dialami rekannya tersebut Lina tersadar bahwa yang mengalami ketidak adilan bukan dirinya seorang.
Setelah bebas dari penjara Lina mengaku memulai hidupnya dari nol lagi dengan aset yang banyak terjual untuk mengurus kasusnya.
Saat ini ia banyak terlihat berubah dan menunjukkan sikap lebih baik dari sebelumnya.***
Editor : Desi Rabiati