JAKARTA,radarbali.id – Kabar mengejutkan datang dari rival sekaligus mantan sahabat Nikita Mirzani yakni Fitri Salhuteru.
Di tengah perseteruannya dengan Nikita Mirzani yang tengah memanas, Fitri Salhuteru membagikan kabar mengejutkan.
Ia mengaku diteror dan keluarganya terancam nyawanya.
Fitri melalui sebuah video yang diunggahnya di Instagram miliknya memperlihatkan kaca rumahnya bolong menyerupai bekas tembakan senjata api.
Dalam video tersebut ia meminta tolong kepada oknum kepolisian untuk segera menindak lanjuti laporannya yang udah dilayangkan sejak November 2024 lalu.
Sekilas dalam video tersebut Art Fitri menjelaskan mendapati kaca rumahnya pagi hari telah berubah bekas tembakan.
Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa tembakan tersebut seperti mengincar ruangan kerja Fitri.
“Lailahailla anta ini Kunti minazzolimin,” tulis Fitri pada caption video tersebut.
“Selama ini saya diam dihina diterror di dunia Maya karena diamnya saya yang tadinya terror dunia Maya telah terjadi di dunia nyata. Terror ini terjadi pada 20 November 2024,” tulisnya dalam video tersebut.
Fitri pun memohon pada Kapolri agar peneror segera terungkap.
“Kepada bapak Kapolri Indonesia semoga laporan saya tentang terror terhadap saya dan semua orang terdekat saya bisa segera menemukan titik terang siapa pelakunya,” tulis Fitri.
Melihat hal tersebut netizen pun mempertanyakan mengapa baru diungkap di media sosial sedangkan kejadian sudah semenjak November lalu.
Namun Fitri menyebutkan jika dirinya tidak suka membiarkan sesuatu dan menghormati pihak penegak hukum yang mencari pelakunya namun ia juga ingin netizenengetahui bahwa teror terhadapnya sudah tidak hanya di dunia Maya.
“Banyak juga musuhnya kak,” tulis akun @ownerjbxxx.
“Kan ada CCTV kenapa gak diliat,” tulis yang lainnya.
Netizen pun banyak mengaitkan terror tersebut ada kaitannya dengan perseteruannya dengan Nikita.
“Kayaknya ada yang takut masa lalunya yang gelap terbongkar,” tulis netizen.
Namun, Fitri tak ingin seuzon dengan menyebutkan siapa orang yang ia curigai sebagai peneror keluarganya tersebut.
Fitri lebih memilih untuk menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian tempat ia mengajukan laporan.***
Editor : Desi Rabiati