DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Berita kematian Sandy Permana akibat ditikam oleh tetangganya sendiri nampaknya membuat syok dunia hiburan tanah air.
Bagaimana tidak, peria berusia 46 tahun tersebut di mata rekan sesama artinya merupakan seorang yang sangat humoris sekali.
Pribadinya yang periang dan doyan bercanda tersebut sulit dipercaya memiliki musuh dalam selimut.
Adapun kesaksian istri Sandy Permana Ade Andriani menyebutkan dirinya sangat syok sekali mengetahui musibah sang suami.
Lokasi tempat Sandy ditemukan bersimbah darah diakui Ade hanya berjarak seratus meter dari rumahnya.
Ade mengaku hari itu ada yang aneh pada sang suami, Sandy tak seperti biasanya pergi tanpa pamit padanya.
Kebiasaan Sandy setiap hari adalah berpamitan pada istri jika ingin pergi memberi pakan ternaknya.
Namun, pagi itu Ade sangat berat sekali menyusul sang suami seperti yang biasa ia lakukan sebelum insiden tersebut.
Tiba-tiba tetangga datang menemui Ade membopong sepeda listrik milik Sandy yang telah berlumuran darah.
Ade panik dan tetangga memberitahukan jika Sandy terjatuh dan berdarah.
Namun sesampainya di rumah sakit pertama tempat Sandy dibawa oleh warga, Ade syok melihat pakaian berlumur darah.
Ade kemudian mendekati suaminya dan menanyakan apa yang terjadi.
Ade membimbing Sandy mengucapkan lailahaillallah di telinga Sandy seraya menyuruhnya untuk kuat demi anak-anak.
Sandy yang masih tersadar pun mengangguk yakin dirinya akan selamat dari maut.
Namun keadaan Sandy semakin kritis dan rumah sakit pertama tu ak memiliki cukup alat menangani Sandy.
Ia dilarikan ke rumah sakit yang lebih elit namun dua menit sebelum sampai rumah sakit tersebut Sandy telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Menurut pengakuan Ade, Sandy sempat berjalan dalam keadaan luka tusuknya untuk mencari bantuan.
Jam pagi masih sangat sepi bagi warga yang lalu lalang dan Sandy berinisiatif menuju rumah perawat sekitar perumahan tersebut.
Bahkan menurut keterangan saksi Sandy memegang luka tusuk yang berada di lehernya untuk menemui perawat yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.
Sayangnya perawat tak sedang berada di rumah dan Sandy pun memberitahukan warga siapa pelaku yang kejam menusuknya tersebut.
Adapun pelaku tersebut tak lain adalah tetangganya sendiri yang jarak rumahnya tak jauh dari kediamannya.
Motif dendam menjadi satu-satunya penyebab pelaku menghabisi nyawa Sandy.
Tiga bulan lalu antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok dan adu argumen saat rapat lingkungan.
Saat ini pelaku masih menjadi buronan dan sedang diburu pihak kepolisian setempat.***
Editor : Desi Rabiati