Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dunia Disc Jockey di Mata Denyz Andrew : DJ Instan Memang Bermunculan, Soal Kualitas? Nanti Dulu…

Marsellus Pampur • Sabtu, 18 Januari 2025 | 16:25 WIB
BEBERKAN DUNIA DISC JOCKEY : Denyz Andrew,  instruktur, leader dari Pioneer DJ Team Bali yang saat ini telah mendidik lebih dari 300-an murid. (Foto : Koleksi Denyz Andrew untuk Radar Bali)
BEBERKAN DUNIA DISC JOCKEY : Denyz Andrew, instruktur, leader dari Pioneer DJ Team Bali yang saat ini telah mendidik lebih dari 300-an murid. (Foto : Koleksi Denyz Andrew untuk Radar Bali)

Kini minat anak muda Bali  untuk terjun menjadi seorang disc jockey alias DJ cukup tinggi. Mereka begitu antusias! Berikut ini ulasan menarik Denyz Andrew,  instruktur dan leader dari Pioneer DJ Team Bali.

TENTANG antusiasme ini memang berbanding lurus dengan makin menjamurnya tempat hiburan malam yang ada di Bali, akhir-akhir ini.

Adalah Denyz Andrew, sosok instruktur dan leader dari Pioneer DJ Team Bali,  ini punya perspektif menarik terkait minat anak muda sekarang untuk menjadi seorang DJ, lazimnya memang  tak lepas dari pergaulan mereka di dunia malam.

Dengan demikian, sebagai sebuah profesi, menjadi seorang DJ juga bisa menjanjikan income yang lumayan bagus.

”Menjadi seorang DJ saat ini bisa di katakan sangat menjanjikan dengan menjamurnya  kafe, klub dan outlet outlet di Bali. Bahkan angkringan pun sekarang banyak juga yang menggunakan jasa DJ," katanya kepada Jawa Pos Radar Bali, Jumat (17/1/2025).

Dengan kemajuan digital saat ini, seorang DJ akan dengan mudah memainkan perannya di atas panggung. Mereka akan mudah memutar lagu-lagu dengan peralatan DJ yang canggih dan terkini.

Hanya saja menurut Denyz Andrew, meski saat ini orang-orang bisa dengan mudah menjadi seorang DJ karena didukung kemajuan teknologi, secara kualitas tetap akan berbeda dengan DJ yang benar-benar memulai belajar dari dasar.

"Alat-alat DJ mengikuti teknolgi jaman sekarang sehingga bisa menjadikan seseorang menjadi seorang DJ instan maka sangat banyak terlahir DJ baru. Ada yang belajar secara otodidak,” jelasnya.

“Tapi,  memang beda sih DJ yang sekolah di bandingkan DJ yang belajar sendiri atau otodidak. Karena DJ yang belajar otodidak biasanya belajar dari yang salah dan DJ yang sekolah diajarin dari yang bener sehingga lebih cepat untuk explore skill- nya menjadi lebih kreatif lagi," bebernya.

Sementara itu, terkait genre yang sedang happening saat ini Denyz menjelaskan, untuk pasar lokal saat ini masih di genre becak , indo bounce dan open format.

Genre open format itu sendiri dimana seorang DJ memainkan semua genre dari genre hiphop R&B EDM becak hard house sampai lagu original barat dan Indonesia pun dimainkan dengan teknik creative mixing

Sementara itu untuk pasar Internasional di Bali genre yang masih banyak dimainkan yakni Top 40 original, hiphop R&B , afro house, melodic techno, tech house dan future rave.

 ”Saya sendiri memprediksi akan ada genre yang naik di 2025 ini yaitu progressive house, UK garage dan drum dan  bas karena saya melihat dari sejumlah DJ internasional yang sudah mulai memainkan genre tersebut di antara DJ set mereka," tambahnya.

Sementara itu, Denyz Andrew sendiri sampai saat ini masih menjadi mentor bagi para DJ muda yang ingin belajar.

 Hal ini dilakukannya karena dia ingin kemampuan yang dimilikinya bisa dibagikan juga kepada orang lain.

Sejak tahun 2010 silam, dia sudah mengajarkan musik DJ kepada kurang lebih 300 muridnya di Pioneer DJ Team Bali. [*]

Editor : Hari Puspita
#dunia hiburan #dj #klub malam #disc jockey