DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Yayasan Kesenian Sadewa Bali menggagas acara kreatif dalam kemasan workshop bertajuk ‘Pengenalan Puisi dan Proses Kreatif’.
Uniknya workshop yang digelar Sabtu (8/2) lalu dan menghadirkan Nanoq da Kansas dan Dadi Reza Pujiadi ini melibatkan anak-anak dari komunitas disabilitas tuna netra.
Seperti diketahui, Nanoq da Kansas sendiri dikenal sebagai seorang Penulis, Budayawan dan Seniman, yang sudah banyak melahirkan karya sastra dalam bentuk puisi, cerpen, novel, naskah teater dan artikel budaya.
Nanoq juga aktif dalam seni teater dengan mendirikan Bali Eksperimental Teater tahun 1993 dan Komunitas Kertas Budaya tahun 1998 dan hingga kini masih aktif menjadi narasumber dalam beragam kegiatan kesenian dan temu budaya di Bali dan luar Bali.
Dalam workshop itu, Nanoq, sebagai narasumber menekankan pada penghayatan perasaan saat menulis kata-kata indah dalam puisi.
”Puisi bisa disimpulkan sebagai bentuk ungkapan perasaan dengan kalimat yang disusun dengan kata-kata terpilih,” katanya di Denpasar, Jumat (14/2). Menurutnya, kegiatan ini sangat baagus untuk perkembangan sastra di Bali. Apalagi, sebelumnya sangat jarang melinatkan komunitas disabilitas tuna netra.
Sementara itu, narasumber lain, Dadi Reza Pujiadi yang juga seorang sutradara, penulis dan penggiat seni. Memberikan materi tentang proses kreativitas dalam seni, terutama untuk mengembangkan imajinasi dan ekspresi diri.
”Proses kreativitas itu tak luput dari beberapa faktor yang mendukung, seperti lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Perlu diperhatikan juga beberapa tantangan dalam menciptakam karya seni kreatif, misal hindari ketakutan akan dikritik, jika dikritik jadikan sebagai masukan konstruktif," urainya.
Workshop yang diinisiasi oleh Ryan Indra Darmawan, Ketua Yayasan Kesenian Sadewa Bali ini diikuti 30 peserta komunitas disabilitas tuna netra, yang kemudian dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing beranggotakan 6 orang.
Mereka nantinya akan membawakan karya musikalisasi puisi sebanyak 2 karya untuk masing-masing kelompok, dalam acara pementasan musikalisasi puisi yang akan berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya pada tanggal 11 Mei 2025 mendatang.
Ryan menjelaskan, tujuan dari workshop ini untuk memberi materi pada teman-teman disabilitas tuna netra, tentang pengenalan karya sastra puisi, dan juga proses kreatif dalam produksi musikalisasi puisi.
”Agar mereka paham dan mengerti bagaimana proses kreatif dari penciptaan karya sastra puisi, proses kreatif aransemen musik, hingga menjdi sebuah karya baru yaitu muspus atau musikalisasi puisi, yang dapat dinikmati banyak orang dalam versi berbeda,” ungkap Ryan, pungkas pendiri Teater Sadewa ini.***
Editor : M.Ridwan