DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Setelah Nikita Mirzani lama mendekam di penjara, hal yang paling dinanti netizen adalah press release Polda Metro Jaya terhadap pelaku pemerasan dan pengancaman tersebut.
Press release yang sangat dinantikan tak kunjung dilakukan Polda Metro Jaya sehingga netizen menilai adanya aroma keberpihakan aparat terhadap tersangka.
Netizen menilai bahwa kasus yang dihadapi Nikita ini berbeda jauh dengan apa yang dialami tersangka lainnya seperti musuhnya Mira Hayati dan Vadel saat ditangkap.
Mira Hayati selaku owner salah satu brand skincare yang Nikita suarakan akhir tahun lalu langsung menjalankan press release olek kepolisian.
Tak hanya Mira bahkan Vadel yang dilaporkan Nikita pun begitu cepat diadakan press release oleh kepolisian.
Isu keberpihakan kepolisian terhadap Nikita nyaring terdengan dan tak hanya itu, bahkan ibu tiga anak tersebut dirumorkan memiliki hubungan gelap dengan petinggi kepolisian.
Press release sendiri merupakan salah satu proses hukum yang wajib dilakukan kepolisian atas sebuah kasus.
Tujuan dari press release adalah untuk memberikan informasi resmi dan valid terkait kasus terhadap awak media dan masyarakat luas.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi perkembangan isu yang tak benar di masyarakat.
Press release pun dilakuan polisi depan puluhan awak media dengan disertai tersangka yang mengenakan baju oranye tahanan dan tangan diborgol.
Hal tersebut tentu menjadi proses yang paling dinantikan netizen terutama pada musuh Nikita.
Sayangnya hingga saat ini belum ada niat Polda Metro Jaya untuk melakukannya.
“Lama buet deh pres releasenya, perasaan tersangka lain sat set deh,” tulis salah satu netizen.
“Kayaknya punya orang dalam sampe pres rilis gak terjadi,” timbal yang lainnya.
Nikita terjeras tiga oasalSekaligus yakni UU ITE, pemerasan dan pengancaman serta Tindak Pidana Pencucian Uang.***
Editor : Desi Rabiati