Ada tradisi yang masih lestari dari muslim di Banjar Dinas Candikuning II, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, dalam suasana Lebaran. Tradisi itu adalah Ketog Semprong. Usia tradisi ini sudah ratusan tahun.
KEBERADAAN tradisi Ketog Semprong ini sudah turun temurun dilakukan oleh umat muslim yang ada di Candikuning, Bedugul, yang ada sejak tahun 1830 silam.
Biasanya tradisi ketog semprong ini digelar di Kebun Raya Bali tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Namun kali ini tradisi Ketog Semprong dilaksanakan di Balai Banjar Alit Saputra oleh warga muslim Candikuning. Pelaksanaan Ketog Semprong bakal digelar pada Senin (7/4/2025) mendatang.
Menurut Tokoh Masyarakat Muslim Candikuning II Syarifuddin, Ketog Semprong sudah dilakukan secara turun temurun dan merupakan warisan leluhur dari warga Muslim Candikuning terdahulu.
Dai beberapa keterangan dan cerita leluhur di Candikuning II, Ketog Semprong artinya tedun atau turun kumpul semua setelah tujuh hari melaksanakan Hari Raya Idul Fitri.
"Istilah zaman sekarang lebaran ketupat atau syawalan tujuh hari selepas Hari Raya Idul Fitri," ungkap Syarifuddin, Jumat (4/4/2025).
Ketog Semprong ini memiliki makna cukup baik yakni berkumpul orang-orang menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu tradisi Ketog Semprong sangat erat tujuannya membina hubungan toleransi bersama.
Yang menarik dari tradisi Ketog Semprong ini adalah umat Muslim Candikuning membawa makanan berupa ketupat beserta lauk pauk sayur hingga buah yang dibawa oleh masing-masing keluarga.
Saat semua sudah berkumpul barulah tradisi Ketog Semprong dimulai dengan sambutan dari tokoh adat, tokoh agama dari tetua muslim dan terakhir dilakukan berdoa bersama-sama. Barulah kemudian dilakukan megibung atau makan bersama ketupat.
"Unik lagi saat tradisi ketog semprong kami juga mengundang nyame Hindu sebagai bentuk hubungan tolerasi yang harmonis yang sudah terbangun ratusan tahun," jelasnya.
Tidak hanya itu saat tradisi Ketog Semprong dilakukan beberapa tradisi kesenian juga dipentaskan yang merupakan khas dari warga muslim Candikuning. Diantaranya tari rodat, hadrah, kasidah, marawis dan sholawat.
Pada tahun ini tradisi Ketog Semprong akan dilakukan Senin 7 April mendatang. Biasanya lokasi acara Ketog Semprong berada di Kebun Raya Bali.
Akan tetapi kali ini karena Muslim Candikuning sudah memiliki Balai Banjar sendiri, maka kegiatan dari Ketog Semprong akan dilakukan di Balai Banjar Alit Saputra, Candikuning.
Terus digelarnya tradisi Ketog Semprong ini pihaknya berharap khusus kepada generasi muda yang ada di Candikuning untuk tetap melestarikan. Pasalnya Ketog Semprong merupakan bentuk kearifan lokal yang ada di Baturiti.
"Harapan kami terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda yang di Banjar Dinas Candikuning," tandasnya. [juliadi/djoko heru setiawan]
Editor : Hari Puspita