Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

The Hydrant Menggeliat Lagi lewat Album Piringan Hitam “Motel Kutadalajara”

Marsellus Pampur • Sabtu, 10 Mei 2025 | 19:40 WIB

 

GELIAT KARYA TERBARU : Band yang terbentuk sejak tahun 2004 silam ini melepas album baru bertajuk Motel Kutadalajara. (Foto The Hydrant Untuk Radar Bali)
GELIAT KARYA TERBARU : Band yang terbentuk sejak tahun 2004 silam ini melepas album baru bertajuk Motel Kutadalajara. (Foto The Hydrant Untuk Radar Bali)

MANGUPURA, Radar Bali.id- Kawanan pengusung  rockabilly asal Bali, The Hydrant merilis album teranyar. Album ini bertajuk Motel Kutadalajara itu dirilis resmi Selasa (6/5/2025) malam.

Helatan acara berlangsung di Park23, Creative Hub, Jalan Kediri, Kuta, Badung. Menariknya, album ini tak hanya dirilis dalam format digital saja, menyesuaikan zaman digital. 

Lebih dari itu, yang menjadi spesial, album yang berisikan 10 lagu ini juga dirilis dalam format vinyl atau piringan hitam. Album ini sebagian besar berisi lagu-lagu baru dan sisanya dari lagu lama yang diaransemen ulang.

”Tentu saja menjadi sebuah kebanggaan ekstra bagi musisi tanah air ketika sebuah karya tak hanya sukses dirilis dalam format digital (streaming), namun jerih payah tersebut juga berlanjut diaplikasikan ke dalam rilisan fisik album, apalagi formatnya piringan hitam yang penuh romantisme, menjalani hari depan dengan kehangatan nostalgia,” kata Marshello selaku vokalis Jumat (9/5/2025).

Dia mengatakan, memang faktanya piringan hitam di era sekarang menjadi format musik yang sangat diminati lintas generasi. Mulai Gen X hingga Gen Z. Piringan hitam disebut menjadi incaran pecinta rekaman musik di seluruh dunia. 

Menurut discog.com format penjualan piringan hitam mengalami lonjakan yang sangat signifikan hingga mencapai USD 1,2 miliar di tahun 2022 dan di tahun 2025 ekspektasi penjualan diramalkan akan mencapai USD  3,5 miliar.

Sehingga band  yang dibentuk di pertengahan 2004 silam ini menyambut tren tersebut dengan girang dan turut merilis kumpulan komposisi yang masih segar dalam format piringan hitam. Band yang juga merupakan pionir genre rockabilly di Indonesia. 

Karya album dari band beranggotakan Marshello (vokal), Adi (bas betot), Vincent (gitar), dan Chris (drums) ini diproduseri oleh musisi tangan dingin Dadang Pranoto yang merupakan gitaris dari unit grunge asal Bali, Navicula dan juga band Dialog Dini Hari. Pengerjaannya bekerjasama dengan pabrik vinyl Indonesia, PHR Pressing.

The Hydrant sendiri tak hanya punya nama besar di skena musik rockabilly Indonesia. Mereka telah tampil di banyak pertunjukan bergengsi baik di dalam negeri maupun manca negara.

Salah satu yang paling berkesan bagi empat kawanan klimisperlente ini adalah saat mereka kesempatan tampil dua kali pada 2016 dan 2018 di Amerika Serikat di acara tahunan Viva Las Vegas. Even itu merupakan festival rockabilly terbesar sejagat. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#album baru #the hydrant #rockabilly #musik #vinyl album #piringan hitam