Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mantap! Kecil-kecil Masih Usia SD Dibiasakan Membuat Penjor

Adrian Suwanto • Minggu, 18 Mei 2025 | 17:20 WIB
KECIL-KECIL SUDAH JAGO BIKIN PENJOR : Sejumlah anak-anak dengan penuh antusias tengah menyelesaikan lomba penjor di Desa Sumerta Klod, Denpasar yang harus tuntas selama dua jam. (adrian suwanto/radar
KECIL-KECIL SUDAH JAGO BIKIN PENJOR : Sejumlah anak-anak dengan penuh antusias tengah menyelesaikan lomba penjor di Desa Sumerta Klod, Denpasar yang harus tuntas selama dua jam. (adrian suwanto/radar

DENPASAR, Radar Bali.id-  Sejumlah lomba bertema pelestarian budaya dihelat dalam kegiatan bulan bakti gotong royong lembaga pemberdayaan masyarakat tahun 2025. Acara berlangsung di Desa Sumerta Klod, Denpasar, Sabtu (17/5/2025). 

Kali ini dengan tema: “Melalui bulan bakti gotong royong masyarakat kita bersinergi menuju Denpasar bersih dan maju serta menumbuhkan budaya membaca dan melestarikan budaya Bali sejak usia dini”.

Kegiatan yang dimulai sejak hari Kamis (15/5/2025)  hingga Minggu (18/5/2025) melaksanakan berbagai lomba salah satunya, lomba gender wayang se- Bali tingkat SMP,  lomba membuat canang sari tingkat SD, lomba buat penjor tingkat SD, lomba membuat kwangen dan mengulat tipat tingkat SD dan lainnya. 

Dari sekian lomba yang menarik perhatian adalah membuat Penjor tingkat SD dimana sangat  jarang dilaksanakan. Anak SD dibina membuat penjor sejak dini oleh guru pembinanya di sekolah masing masing.

Dengan  tujuan memperkenalkan dan menjaga budaya Bali sejak usia dini baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Semua kegiatan ini mengambil lokasi  di areal  Banjar Kedaton. 

Setiap sekolah  yang terdiri dari lima peserta membuat Penjor dengan bahan yang sudah disiapkan panitia dan sudah sesuai aturan membuat penjor yadnya. Peserta dipersilakan berkreasi sesuai bahan yang ada, dengan durasi waktu menyelesaaikan selama dua jam.

Sementara panitia menghadirkan dua juri yakni juri pertama  I Wayan Sumatra dan Juri kedua I Wayan Sulandra yang ditunjuk menilai kreatifitas anak ini.

Sementara juri I Wayan Sumatra yang didampingi juri I Wayan Sulandra mengatakan bahwa kegiatan lomba  dalam rangka bulan bakti gotong royong  melaksanakan  lomba penjor tingkat SD.

Para juri sangat menyayangkan perkembangan kemajuan era sekarang, anak usia SD ini kebanyakan main gadget  saja. Tujuan diadakan lomba Penjor ini guna melatih dan memperkenalkan budaya kita diusia dini.

Apalagi setiap emam bulan sekali umat Hindu Bali saat Galungan pasti membuat Penjor.  Dengan empat poin kriteria yang dinilai diantaranya kesegaran, kerapian, kelengkapan Penjor dan komposisi hias Penjor.

Peserta diikuti lima SD di wilayah Sumerta kelod ada SD,  4, 7, 9, 11 serta Saraswati 3. Para peserta memperebutkan juara 1, 2 dan 3 ditambah juara harapan 1 dan 2 dengan hadiah uang tunai, piala serta piagam, ujarnya.

Antusias peserta sangat luar biasa, mereka sangat bersemangat mengikuti lomba yang sudah tentu bimbingan dari para guru mereka.

Anak SD sudah mampu membuat seperti ini,  kita sudah bersyukur daripada mereka main gadget atau ponsel saja. Dalam hal ini yang  memegang peranan dari pembuatan Penjor adalah pembina mereka yang tak lain guru mereka yang mengarahkan.

Bagaimana melatih mereka untuk memperhatikan tata cara serta penataan penjor yadnya dengan keindahan kerapian yang tak menyalahi aturan, tegas I Wayan Sumatra. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#seni budaya bali #anak-anak #Lomba #cinta budaya #penjor