DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan memukul kendang, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster memukul gong, dan Wakil Gubernur Bali memukul ceng-ceng sebagai penanda PKB dengan tema, Jagat Kerthi Lokahita Samudaya Harmoni Semesta Raya dimulai dari 21 Juni hingga 19 Juli 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyebut, DNA masyarakat Bali adalah kebudayaan yang akan hidup selamanya.
Penyelenggaraan PKB ajang tahunan, melibatkan 20 ribu orang Seniman maupun budaya ”Itu yang tampil di PKB belum lagi masyarakat di desa adat, jumlahnya jutaan yang berkesenian. Gen Bali adalah gen budaya hidup dari budaya,” kata Koster.
Wayan Koster mengenang kala menjabat Anggota DPR RI ikut merancang UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Hingga undang-undang disahkan dan diberlakukan.
Adanya Menteri Kebudayaan baru terwujud di zaman Prabowo Subianto padahal sudah direncanakan dari 2004. Fadli Zon menjadi Menteri Kebudayaan pertama dan mengukir sejarah.
”Rupanya jodohnya baru terjadi setelah Bapak Prabowo Subianto jadi presiden yang paling beruntung Bapak Fadli Zon pertama jadi Menteri Kebudayaan pasti tercatat dalam sejarah,”kenangnya.
Baca Juga: Jadwal PKB ke-47 Hari Minggu, 22 Juni 2025
Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak 1978 menjadi bukti nyata pemerintah bersama seniman dan budayawan serta masyarakat Bali memiliki komitmen kuat dan konsisten melestarikan, melindungi, membina, dan memberdayakan kebudayaan.”Komitmen kuat dan konsisten penguatan kebudayaan Bali menjadi semakin bergairah berkat implementasi visi pembangunan Bali Nangun
Sat Kerti Loka Bali dari Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya mewujudkan kehidupan krama yang sejahtera dan bahagia niskala dan skala,” jelasnya.
Kebudayaan anugerah warisan adiluhung sangat penting strategis eksistensi serta kemajuan masyarakat Bali. Selain itu menjadi sumber pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Bali.
”Oleh karena masyarakat Bali selalu bersemangat dan konsisten menggeluti kehidupan dengan nilai kebudayaan tinggi,” beber Gubernur dua periode ini.
Terang Koster sejalan dengan Pidato Bung Karno disampaikan pada Kongres Kebudayaan tahun 1951 mengandung pesan sangat penting bahwa kebudayaan adalah jiwa dari bangsa dan jiwa itu tidak pernah mati.
Sementara itu, Menbud Fadli Zon dalam sambutannya mengagumi kesenian Bali karena konsisten menyelenggarakan PKB dari tahun 1978. PKB menjadi tonggak penting nilai luhur filosofi budaya.”Tidak jadi warisan statis tetapi kekuatan dinamis terus hidup,” pejabat yang juga Politisi Gerindra imi
Fadli Zon menyetujui DNA Bali adalah budaya bentuk aktualisasi kebudayaan berdasarkan UU Pemajuan Kebudayaan.”DNA Bali budaya mungkin ini benar sekali. PKB bentuk nyata aktualisasi kebudayaan,” ucap Alumnus Universitas Indonesia ini.
Disampaikan sebuah perayaan budaya bukan hanya menjadi kebanggaan Provinsi Bali, tapi bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.
”Sekali lagi ucapkan selamat tentu saja apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah provinsi Bali atas penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali yang pertama kali diselenggarakan tahun 1978 sudah jadi tradisi tahunan hampir lima dekade,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan