Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Architect for Kids 2025: Ajang Belajar Anak-anak Jadi "Arsitek Penyelamat Kota" untuk Masa Depan Lingkungan yang Lebih Baik

M.Ridwan • Minggu, 6 Juli 2025 | 03:37 WIB
HEBAT: Anak-anak dari usia 5-12 tahun tengah berlomba melukis desain tata kota dalam perspektif arsitek.
HEBAT: Anak-anak dari usia 5-12 tahun tengah berlomba melukis desain tata kota dalam perspektif arsitek.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Antusiasme yang terus meningkat terhadap dunia arsitektur di kalangan generasi muda menjadi landasan kuat bagi kembalinya Architect for Kids 2025. Workshop edukatif yang telah sukses digelar 21 kali sejak tahun 2002 ini  kembali membuka pintunya bagi anak-anak berusia 5-12 tahun.

Nyoman Popo Priyatna Danes atau lebih dikenal dengan Popo Danes, arsitek Bali ternama sekaligus pelopor kegiatan ini, memiliki visi untuk memperkenalkan daya tarik profesi arsitektur sejak dini kepada anak-anak.

Tujuannya tak hanya untuk mengenalkan dunia desain, tetapi juga membantu anak-anak memahami pentingnya desain dalam kehidupan sehari-hari dan menggali potensi serta cita-cita mereka di bidang arsitektur.

Lebih dari itu, workshop ini juga menjadi wadah kepedulian Popo Danes terhadap kondisi kesehatan mental anak-anak. Di tengah tekanan akademik yang tinggi dan lingkungan sekolah yang kompetitif, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kreatif dan rekreatif bagi semua anak, terutama mereka yang kurang memiliki akses untuk mengikuti program liburan atau kreatif lainnya selama liburan sekolah berlangsung.

Pada tahun ini, Architect for Kids 2025 mencoba mengangkat persoalan lingkungan, seperti masalah sampah yang kian menumpuk dan pembangunan kota yang masif, cepat, tidak terkendali, serta diiringi dengan peningkatan populasi penduduk.

Merespons tantangan ini, workshop mengusung tema besar "Architects Who Save The Town" dengan tajuk inspiratif "Rebuild Our Town Workshop – Together We Build, Together We Save!"

MENYIMAK PANDUAN: Anak-anak tengah menyimak panduan mendesain dalam perspektif arsitek di Popo Danes Art Veranda Denpasar, 5 Juli 2025.
MENYIMAK PANDUAN: Anak-anak tengah menyimak panduan mendesain dalam perspektif arsitek di Popo Danes Art Veranda Denpasar, 5 Juli 2025.

Workshop yang akan diselenggarakan di Danes Art Veranda pada Sabtu, 5 Juli 2025, ini akan menerapkan konsep pembelajaran interaktif, aktivitas langsung (hands-on), serta sedikit sentuhan gamifikasi.

Selain memperkenalkan profesi arsitek, tujuan utama workshop tahun ini adalah menumbuhkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan mengajarkan konsep keberlanjutan dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami.

Dipandu langsung oleh tim desainer dari Popo Danes Architect dan tim Melati Danes Interior.

Sebelum memulai petualangan, anak-anak akan diperkenalkan sebagai "Arsitek Penyelamat Kota". Untuk dapat "menyelamatkan" dan "membangun kembali" kota mereka, para peserta harus menyelesaikan serangkaian tantangan untuk mengumpulkan material.

Tantangan tersebut meliputi tantangan kecil "Crack and Sort" (Memilah dan Memecahkan) sampah dan tantangan utama "Build Our Town" (Membangun Kota Kita).

Popo Danes berharap, kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif di sela-sela libur sekolah ini tidak hanya akan menjadi kenangan indah bagi anak-anak, tetapi juga menjadi inspirasi untuk mempelajari lebih lanjut tentang seni dan lingkungan dalam ilmu arsitektur.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk menemukan potensi-potensi baru, yang kelak akan melahirkan ide dan gagasan inovatif dalam dunia arsitektur di masa depan,” pungkas Popo Danes.***

Editor : M.Ridwan
#lomba lukis #desain arsitektur #arsitek #popo danes