Sejumlah pelukis dari Komunitas Seniman Bedulu menggelar pameran bersama bertajuk Metangi, di Goa Gajah, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar.Dari pameran bersama mereka membangun spirit kebersamaan.
PERHELATAN karya pameran bersama itu dibuka Jumat (11/7/2025) . Sebuah acara di inisiasi Komunitas Seniman Bedulu serta juga mengundang sejumlah seniman dari luar Komunitas Bedulu.
Yakni kalangan seniman yang tinggal di sekitar Bedulu, Setidaknya ada 14 orang pelukis dan dua fotografer yang terlibat antusias perhelatan tersebut.
Antara lain : KA Maiya, Nyoman Wirda, Ngurah Wijana, Made Arya Dedok, Ganang, Ngurah Astawa, Sang Made Budiasa, I Wayan Tika, Kadek Raharja, Koji Nakano, Bung Tiok, Kadek Kusumajaya, Agung Adi, Heroe MS, Edi Able, Kartika Sudibia, Raphaella Vannya, Suliyat Buamar, Dodot Gembong,Mukti Wibowo.
Seperti diketahui, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, memiliki sejarah panjang dalam tradisi kreativitas seni rupa juga kesenian lain dan Bedulu juga memiliki beberapa situs cagar budaya yang sampai hari ini masih terjaga kelestariannya dengan baik.
Karena dalam sejarahnya Bedulu di kenal sebagai gudangnya pelukis, ada sanggar yang seni yang menggembleng seniman, baik tari maupun seni lukis. Baik pelukis asli setempat maupun seniman yang dari luar Bedulu, bahwa dari luar negeri.
Momentum pameran ini merupakan pertemuan antara pelukis lokal setempat dan pelukis yang datang dan tinggal di sekitar Bedulu, Gianyar. “ Untuk tempat, pameran ini ketika dihelat di Goa Gajah yang merupakan situs cagar budaya yang banyak dikunjungi turis baik lokal maupun manca negara adalah terciptanya sinergi pariwisata yang positif,” terang KA Maiyana, sosok ketua pimpinan komunitas seniman Bedulu kepada wartawan.
“Ini merupakan acara yang diprakarsai oleh teman-teman seniman secara swadaya untuk kebersamaan,” imbuh Maiyana.
Bukan hanya persoalan market yang tercipta tetapi juga terjadi dialog antara seniman dan wisatawan.
Hal ini juga mendapat respons positif dari pejabat dinas pariwisata terkait, dan diharapkan bisa menjadi perhelatan rutin, menjadi agenda tahunan yang digelar di Goa Gajah.[*]
Editor : Hari Puspita