Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah Inspiratif Musisi Gaek Pop Bali : Tetap Aktif Bermusik, Bermurah Hati Lagu Dibawakan, Diaransemen Ulang Bergaya Dangdut Koplo

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:35 WIB
FILOSOFI HIDUP MENGALIR : Musisi pop bali, Yong Sagita mempersilakan lagunya dicover ulang dengan genre sesuai tren terkini. (juliadi/radar bali)
FILOSOFI HIDUP MENGALIR : Musisi pop bali, Yong Sagita mempersilakan lagunya dicover ulang dengan genre sesuai tren terkini. (juliadi/radar bali)

Bagi penikmat musik pop bali tentu tidak asing dengan nama Yong Sagita. Penyanyi asal Singaraja, Buleleng, ini masih tetap eksis bernyanyi. Bakan begitu lagu-lagu pop telah di-cover ulang dalam genre dangdut koplo.

BAWAANNYA optimistis. Ceria. Sosok Yong Sagita selalu dengan ciri khasnya menggunakan slayer kepala plus kacamata hitam. Dan yang paling diingat adalah kumisnya. 

Gaya style penampilan inilah selalu diingat masyarakat Bali. Disamping karya lagu-lagu Pop Bali yang kini tengah banyak cover ulang atau diarasemen oleh musisi musik dunia digital saat ini. 

Jawa Pos Radar Bali sebenarnya tanpa sengaja bertemu Yong Sagita di Gedung DPRD Tabanan belum lama ini Selasa (22/7/2025). 

Dimana penyanyi berusia 64 tahun itu tengah mengantarkan undangan untuk acara keluarga. 

 Baca Juga: Jegeg Bulan Rilis Single Baru Bergenre Dangdut Koplo

Meski pertemuan sangat singkat dengan penyanyi berusia 64 tahun , namun Yong Sagita menceritakan perjalanan karirnya sebagai penyanyi pop bali. 

"Sampai saat ini saya masih tetap aktif menyanyi. Kalau tidak kegiatan menyanyi. Ya ke kantor sebentar-sebentar. Karena saya sebagai kepala Cabang Happy Pupi Karaoke di Denpasar," ucapnya.

 

Yong mengakui meski banyak bermunculan penyanyi-penyanyi pendatang baru Pop Bali saat ini ditengah perkembangan teknologi musik digital. 

Sekarang ini memang penyanyi yang lahir di atas tahun 2020 cenderung lebih banyak dibesar oleh medsos (media sosial), karena begitu pesatnya perkembangan teknologi saat ini. 

Kalau zaman dulu tak ada medsos, wartawan pun sangat jarang untuk memberitakan. Sekarang medsos yang membesarkan kadang-kadang orang yang belum saatnya, yang mungkin masih vokal belum karuan, namun terkenal duluan. “Banyak yang seperti itu,” ujarnya, seraya tersenyum. 

"Cepat naik-cepat turun. Belum ada konsep ke depan, untung-untungnya karya cepatnya dikenal," ungkapnya. 

Yong menambahkan menulis karya lagu pop Bali sejatinya ia mulai pada tahun 1980 an. Akan tetapi baru mulai puncak karir tahun 1988. Dengan masuk rekaman pertama ke Aneka Record pada tahun 1985. Kemudian pindah ke Maharani record di Denpasar tahun 1987. 

"Bayangkan itu lama sekali pontang-panting berkarya. Karena melalui proses panjang dan hasil saya bernyanyi menikmati panjang pula sampai sekarang," bebernya. 

Kendati banyak penyanyi pendatang baru bermunculan saat ini. Namun bagi Yong Sagita itu bukan menjadi masalah atau pesaing, karena masing-masing penyanyi punya proses berbeda-beda. Bahkan soal rezeki dari bernyanyi sudah tuhan yang mengatur.

Disinggung soal banyak penyanyi Bali yang meng-cover ulang lagu Bali ciptaannya. Dengan musik bernuansa koplo. Yong Sagita menegaskan misalnya seperti lagu yang dibawakan Gus Jodi yang berjudul 30 November 1991. Itu tidak menjadi masalah baginya. Bahkan itu yang membuat ciptaan lagu terkenal luas sampai sekarang. 

"Yang terpenting satu penyanyi satu lagu saja. Saya kasih tidak bayar dan gratis. Tapi cukup hanya satu lagu saja. Kalau lebih saya tidak kasih," jelasnya.  

Yong Sagita menyebut biasanya seorang penyanyi yang akan meng-cover ulang lagi miliknya pasti akan konfirmasi atau meminta izin kepada dirinya. "Ya sama seperti Gus Jodi yang mau meng-cover ulang lagu judul 30 November 1991 saya kasih," ungkapnya. 

Dengan melihat perkembangan zaman saat ini dimana masyarakat Bali lebih suka dengan musik bernuasa koplo. Ia pun harus melakukan perubahan dengan beberapa lagu hasil karya dicover ulang dengan nuasa musik koplo.

Di antaranya Rindu Das Mati, Bungkung Pasubaya dan sejumlah lagu lainnya. "Ya sebagai seorang penyanyi lagu pop bali, harus ikut perubahan musik. Mau tidak mau itu harus dilakukan," pungkasnya, tentang tren dangdut koplo yang akhir-akhir ini banyak disukai.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#musisi #dangdut koplo #yong sagita #pop bali