TABANAN, Radar Bali.id - Selama sebulan penuh dihelatnya parade gebogan, tarian kecak hingga kesenian budaya lainnya yang digelar sejak 10 Juli hingga 9 Agustus 2025 dengan dipentaskan di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden.
Ternyata mampu mendongkrak signifikan tingkat kunjungan wisatawan ke dua obyek wisata tersebut. Tingkat kunjungan wisatawan naik dari rata-rata di hari biasanya.
"Sebulan kami tampilkan parage gebogan, tarian kecak dan kesenian lainnya yang tentunya ada hasil yang kami dapatkan. Yakni meningkatknya kunjungan wisatawan khusus asing yang berkunjung ke DTW Ulun Dan Beratan dan The Blooms Garden," ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata, Senin (10/8/2025).
Ia menyebut tingkat kunjungan naik sebesar 50 persen. Untuk di DTW Ulun Danu Beratan rata-rata jumlah kunjungan wisatawan selama pementasan seni dan budaya yang ditampilkan oleh banjar adat atau desa dinas tergabung dalam gebok pesatakan Ulun Danu Beratan menyentuh diangka 1.500 orang setiap harinya.
Bahkan bisa mencapai 2.000 kunjungan wisatawan. Sedangkan hari biasanya hanya 7.00-1.000 tingkat kunjungan.
Begitu pula dengan obyek wisata The Blooms Garden yang berada dibawah manajemen DTW Ulun Danu. Sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan hanya 50-100 orang setia harinya. Namun selama kesenian dan budaya ditampilan mencapai 150-200 orang kunjungan setiap harinya.
"Artinya apa dengan adanya pementasan seni budaya respon wisatawan sangat positif. Karena apa, mereka yang mengunjungi DTW Ulun Danu dan The Blooms Garden dapat menikmati sisi lain dan hiburan," ungkap Sukarata.
Yang menarik lagi adalah peningkatan kunjungan wisatawan ini selama parede seni dan budaya digelar di DTW Ulun mulai 10 Juli sampai 9 Agustus. Jumlah kunjungan wisatawan didominasi oleh kunjungan wisatawan asing terutam dari Eropa. Bahkan wisatawan asal Asia yakni Hindia.
Sehingg evaluasi pihaknya kedepan dari Manajemen akan terus setiap tahunnya secara rutin menggelar parade seni dan budaya di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden eropa. "Kami tahun depan 2026 akan gelar kembali parade seni dan budaya dibulan Juli sampai Agustus," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita