Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ventriloquist Wayang Bali: Gaya Baru antara Seni Tradisi Gagasan Unik Seniman Muda Gianyar

Ida Bagus Indra Prasetia • Rabu, 24 September 2025 | 18:35 WIB

 

IDE ANAK MUDA : I Made Adryanata (kiri) memperagakan teknik ventriloquist dan wayang Bali menggunakan boneka. (istimewa)
IDE ANAK MUDA : I Made Adryanata (kiri) memperagakan teknik ventriloquist dan wayang Bali menggunakan boneka. (istimewa)

 

Seni ventriloquist, seni pertunjukan yang tergolong langka, kini mendapatkan sentuhan segar dari seniman muda asal Banjar Pujung Kaja, Desa Adat Talepud, Tegallalang, Gianyar. I Made Adryanata,26, lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), berhasil memadukan teknik ventriloquist dengan kekayaan tradisi wayang Bali, menciptakan sebuah pertunjukan unik dan inovatif.

DI  desa yang dikenal sebagai “desa sumber seni” dengan tradisi Wayang Wong-nya yang melegenda, Adryanata justru menemukan cara baru untuk berinovasi.

Ia tidak hanya menjadikan seni ini sebagai eksperimen pribadi, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkan budaya Bali.

"Ventriloquist itu lahir dari rasa suka saya menonton wayang dan kekaguman pada dalang. Dari situ muncul ide untuk memvisualkan berbagai jenis seni dalam satu panggung pertunjukan," ujar Adryanata pada Selasa (23/9/2025).

Perpaduan antara Wayang dan Boneka Ventriloquist

Berbeda dengan pertunjukan wayang pada umumnya, karya Adryanata tidak hanya mengandalkan dialog, tetapi juga membangun ilusi visual yang kuat. Ia menciptakan boneka-boneka ventriloquist yang terinspirasi dari tokoh-tokoh pewayangan Bali seperti Delem, hingga figur mitologis Naga Putih.

Seperti diketahui, ventriloquist adalah keahlian  bicara perut, yang biasa dilakukan  seniman yang melakukan seni panggung ventriloquismeYakni, bagaimana  menciptakan ilusi bahwa suaranya berasal dari sumber lain dan lazimnya yang dilakukan adalah sambil membawa boneka atau yang sejenis boneka.

Hingga saat ini, Adryanata telah memiliki 25 boneka karakter yang merupakan hasil riset dan eksplorasi visualnya. "Belajar teknik dasar suara ventriloquist sebenarnya bisa dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan. Siapa saja bisa ikut, yang penting punya minat untuk menguasai teknik vokal dan memahami karakter bonekanya," jelasnya.

Adryanata mengaku sangat bersyukur terlahir dan tumbuh di lingkungan yang kental dengan seni. Kehidupan sehari-hari di kampungnya memberikan pondasi kuat baginya dalam memahami wayang, baik wayang kulit maupun wayang wong, yang kini menjadi dasar dalam berkarya.

Saat ini, sudah ada dua kelompok seni ventriloquist yang aktif berlatih dan tampil di Gianyar. Mereka berupaya agar seni ini tidak hanya menjadi pertunjukan pribadi, tetapi juga hiburan edukatif yang menarik bagi generasi muda.

Tantangan dan Harapan untuk Mendunia

Meski demikian, tantangan tetap menghadang. Mulai dari ketersediaan boneka dengan figur yang sulit dibuat, hingga keterbatasan dalam memperkenalkan seni ini ke masyarakat luas. "Kami sadar, ventriloquist masih baru di mata banyak orang. Tantangannya ada pada produksi boneka dan bagaimana mengajak masyarakat menonton. Tapi justru itu yang memotivasi kami agar seni ini bisa terus berkembang," tambahnya.

Ke depan, Adryanata memiliki cita-cita besar. Ia berharap ventriloquist Bali tidak hanya tampil di panggung lokal, tetapi juga bisa menembus kancah internasional. "Ada keinginan agar pementasan bisa dilakukan di mancanegara, untuk memperkenalkan budaya Indonesia agar lebih mendunia," ungkapnya.

Dengan memadukan unsur wayang, seni rupa, musik, hingga vokal, ventriloquist garapan Adryanata diyakini memiliki potensi besar sebagai ruang inovasi sekaligus media pelestarian budaya Bali di era modern.[*]

Editor : Hari Puspita
#ventriloquist #seniman muda #Kreasi Seni #wayang Bali