RADAR BALI — Sentuhan tangan-tangan kreatif para pelaku UMKM di Pasar Oro-Oro Dowo, Malang, kini mulai menarik perhatian dunia.
Melalui koleksi tas anyaman kekinian, mereka berhasil mengangkat nilai tradisi menjadi produk yang berkelas dan siap bersaing di pasar internasional.
Salah satu penggerak utama inovasi ini adalah Ibu Yanti, pemilik brand lokal dengan IG @Yanticollectionmalang, yang selama ini konsisten mengembangkan kerajinan anyaman khas Malang dengan gaya modern.
“Kami ingin menghidupkan kembali anyaman sebagai simbol keanggunan lokal. Modelnya kami buat lebih stylish, sesuai tren masa kini, tapi tetap menjaga karakter tradisionalnya,” ujar Ibu Yanti saat ditemui di Pasar Oro-Oro Dowo, Sabtu (12/10).
Tas anyaman buatannya hadir dalam berbagai model, mulai dari tote bag, sling bag, hingga clutch elegan dengan perpaduan bahan alami seperti pandan, enceng gondok, dan rotan.
Inovasi desain dan warna membuatnya tak kalah dengan merek tas terkenal di pasaran.
Dukungan digital juga menjadi kunci keberhasilan Yanti Collection dalam memperluas pasar.
Melalui media sosial, pesanan kini tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari Singapura, Jepang, dan Prancis.
Salah satu pengunjung pasar, Yulia mengaku terpesona dengan keunikan produk lokal tersebut.
“Saya tidak menyangka tas anyaman bisa sekeren ini. Desainnya modern banget, tapi tetap terasa nuansa lokalnya. Ini kebanggaan bagi UMKM Indonesia,” ujarnya sambil menenteng salah satu koleksi terbaru Yanti Collection.
Pemerintah Kota Malang turut memberikan dukungan melalui pelatihan desain dan pemasaran digital agar UMKM terus berkembang dan dikenal dunia.
Kini, tas anyaman dari Pasar Oro-Oro Dowo bukan sekadar kerajinan tangan, tetapi simbol kreativitas, kemandirian, dan kecintaan terhadap budaya lokal yang siap melangkah ke panggung internasional.***
Editor : Ibnu Yunianto