Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

ROOTS, Refleksi Sinematik Michael Schindhelm tentang Kebangkitan Pariwisata dan Jati Diri Masa Depan Bali

Tim Redaksi • Senin, 3 November 2025 | 14:25 WIB
Film Dokumenter ROOTS untuk masa depan pariwisata Bali diputar
Film Dokumenter ROOTS untuk masa depan pariwisata Bali diputar

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemutaran Film “Roots” karya Michael Schindhelm kembali hadir di Bali. Film ini beberapa waktu yang lalu telah di putar di beberapa tempat di Bali dan mendapat apresiasi yang sangat bagus dari berbagai kalangan.

Roots sebagai film Dokumenter Fiksi mengisahkan kisah yang belum terungkap secara sinematik tentang Bali, kebangkitannya menjadi Eldorado pariwisata global, dan upaya gigih masyarakatnya untuk melestarikan identitas budaya mereka di tengah gempuran globalisasi.

 Baca Juga: Lomba Resensi Film 'Roots', Geliat Baru Literasi Perempuan Muda Bali tentang Perjalanan Walter Spies

Seratus tahun yang lalu setelah pelukis Walter Spies mengunjungi Bali untuk pertama kalinya menjadi pembuka melihat realita Bali setelahnya. Dalam film ini arwah Walter Spies kembali bangkit ke pulau ini.

Kemudian menghubungkan Spies yang pada kenyataannya membawa pariwisata dan modernitas ke pulau Bali, menjadi pertanyaan penting apa ya ng telah terjadi di Bali. Michael dengan pendekatan yang sangat dalam, memotret kembali realita yang terjadi itu. 

Melibatkan lebih dari seratus pendukung dari seniman multi genre, benar-benar mampu mengangkat realita yang ingin ditunjukkan pada publik secara luas.

 Baca Juga: Satu Abad Walter Spies di Bali: Roots, Sajian Keindahan Syarat Kritik Sosial

Jango Pramartha dari Jango Creative House dan Bog Bog memandang film Roots karya Michael Schindhelm ini bukan hanya sebuah kritik bagi Bali dan perkembangannya, namun juga bagaimana melihat masa depan Bali.

Jango juga menilai melihat Bali di zaman yang serba terbuka di media sosial, seolah kita disuguhi masalah yang terus ada di setiap waktu. 

“Film Roots adalah sarana bagaimana membangun ingatan secara kolektif dari apa yang terjadi untuk melihat dan berbuat yang terbaik di masa depan”, tambahnya.

 Baca Juga: Pameran ROOTS, Mengenang Keberadaan dan Pengaruh Walter Spies di Bali

Seperti diketahui Michael Schindhelm dalam lawatannya ke Bali kali ini juga menyempatkan waktu untuk memutar dua filmnya yaitu The Chinese lives of Uli Sigg dan In the Mood of Art di Universitas Warmadewa Denpasar. Pemutaran ke dua film ini diprakarsai oleh Popo Danes Architect, bekerjasama dengan Kecunduk Institute dan Jimbaran Hijau.

Michael Schindhelm juga mengunjungi kawasan Jimbaran Hub sebagai pusat laboratorium kebudayaan baru di daerah Bali selatan, serta bertemu dengan para seniman Bali untuk berdiskusi dan berdialog serta berbagi pengalamannya tentang proyek seninya “After the Deluge” yang membayangkan tenggelamnya kota Basel Swiss untuk mengajak audience menyumbangkan gagasan dalam menyelamatkan kotanya.

Dr. Putu Agung Prianta dari Jimbaran Hijau Foundation, salah seorang yang juga menginisiasi mendatangkan Michael Schindhelm dalam proyek seni masa depan, memandang sangat penting dan berterimakasih banyak atas kehadiran Michael Schinhelm untuk berbagi pengetahuan, timbang rasa, serta membangun networking dalam menempatkan seni, arsitektur, desain serta berbagai gerakan-gerakan penyelamatan dan kepedulian Bali bagi masa depan.

 Baca Juga: Profil Sabrina Alatas Diduga Pacar Hamish Daud yang Nuntut Dinikahi hingga Berujung Cerai dengan Raisa

“Denpasar telah memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pariwisata di Bali, bahkan Bali Hotel sebagai sarana pariwisata terlengkap dan termewah di zamannya, hadir menjadi penanda bagaimana kota ini menjadi episentrum penting dalam perkembangan budaya. Melalui pemutaran film Roots karya Michael Schindhelm catatan itu telah dihadirkan kembali. Jango Creative Hause berharap kegiatan dan ruang-ruang dialog budaya seperti ini dapat menstimulasi gerakan-gerakan budaya yang mewakili bahkan mengikuti gerak lintas generasi yang ada”, kata jango.***

Editor : M.Ridwan
#Michael Schindhelm #film dokumenter #Walter Spies #Roots