Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Angkat Fenomena Kawin Keris di Bali, Film Besutan Sutradara Muda Bali Tayang di Korea Selatan

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 12 November 2025 | 23:36 WIB
MENDUNIA: Salah satu cuplikan foto film pendek berjudul : PURUSA karya sutradara Bali yang tayang di Korea Selatan.
MENDUNIA: Salah satu cuplikan foto film pendek berjudul : PURUSA karya sutradara Bali yang tayang di Korea Selatan.

DENPASARradarbali.jawapos.com Film pendek berjudul Purusa: Wedding Sacred karya sineas Bali tayang di Korea Selatan. Sutradaranya adalah I Made Suniartika, laki-laki asal Karangasem  bersama Lokapurva Films tayang di Gwangju Women’s Film Festival ke-16, yang berlangsung di Gwangju, Korea Selatan, pada 6 - 10 November 2025. Film tersebut tentang  kisah nyentana, hamil di luar nikah dan pernikahan dengan keris serta menggunakan bahasa Bali.

Suniartika menerangkan, cerita  bukan fiktif, tapi dari kehidupan   seorang perempuan bernama Kadek Shanti. Shanti tidak bisa  menikah dengan Putu Dharma karena orang tua Putu tidak merestui pernikahan mereka. 

Kehamilan Kadek Shanti yang sudah besar mengharuskannya untuk menikah dengan benda suci."Film Purusa bersanding dengan empat film Indonesia lainnya yang tayang di festival tersebut," katanya. 

 Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Dianugerahi Gelar Kehormatan dari Wali Nanggroe Aceh

Film yang diproduksi tahun 2024 dan berdurasi 15 menit ini sebenarnya merupakan karya untuk tugas akhirnya di Jogja Film Academy Yogyakarta. 

"Ide awal film ini saya buat tahun 2021, yang terinsipirasi dari pernikahan dengan keris yang sempat heboh di Bali," paparnya, Selasa, 11 November 2025.

Dari ide itu, ia kemudian melakukan riset termasuk mewawancarai orang yang pernah menikah dengan keris. 

Riset juga dilakukan dengan mewawancarai Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak dan salah satu sulinggih di Denpasar.

 Baca Juga: Koalisi Jurnalis Bali Serahkan Petisi ke Kapolda, Desak Usut Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis

Meski mengangkat kisah Bali, seluruh proses produksi film dilakukan di Jogjakarta. Pemain bukanlah aktor profesional, tapi mereka adalah perantau dari Bali yang telah lama tinggal di Jogja.

"Yang mana mereka memiliki visi sama untuk menyuarakan fenomena atau sistem pernikahan di Bali yang sangat patriarki," papar pemuda asal Karangasem, Bali ini.

Tantangannya,  pemeran dalam film ini tidak fasih berbahasa Bali, sehingga dalam prosesnya lebih banyak fokus belajar bahasa Bali bersama, disamping mempelajari naskah dan emosinya.

Selain tayang di Gwangju Women’s Film Festival ke-16, film ini juga telah mengikuti puluhan festival film.

 Baca Juga: AWAS! : Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks, 33 Wanita Dinyatakan Positif di Buleleng!

Salah satunya Kota Kinabalu Internasional Film Festival (KKIFF) yang digelar di Malaysia pada 7-15 September 2024, Flobamora Film Festival, Festival Film Budaya Nusantara 2025, Brawijaya Film Festival 2025 dan lainnya.

Beberapa penghargaan juga telah diraih film ini seperti Winner AICFEST 2025, Golden Mahaditya Award Kotabaru Heritage Film Festival 2025, Best Makeup & Styling pada Kinosuite International 2025, 10 Film Terpilih Akselerasi Kreatif Subsektor Film 2025, serta 24 Besar FFI 2024.

Saat ini, film ini juga sedang tayang eksklusif di VIDIO.COM, adalah platform layanan streaming. 

Selain Purusa: Wedding Sacred, Suniartika juga menyutradarai film dokumenter Different Touch In Batik yang masuk nominasi 5 besar Festival Film Indonesia (FFI) 2021 dan film dokumenter Flirt Man yang masuk 25 besar FFI 2022 dan produser film pendek Hope (2025).

Selain itu, ia juga terlibat dalam penggarapan film horror Sosok Ketiga: Lintrik (2025) selaku asisten sutradara dan Waktu Maghrib (2023) juga menjadi asisten sutradara.***

Editor : M.Ridwan
#Purusa Pradana #film pendek #Korea Selatan