radarbali.jawapos.com - Berkaca pada keprihatinannya atas musibah lingkungan yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Aceh, Sam Sianata alias Liem Sian An yang dijuluki beberapa media Nasional Pelukis Satu Triliun, menelorkan karya baru dalam bentuk sebuah lagu.
Ini untuk mengingatkan masyarakat agar terus memelihara dan melestarikan lingkungan sehingga meminimalisasi terjadi bencana alam
"Saya sangat bersedih dan prihatin atas kejadian tersebut, andai saja manusia paham akan karma alam,mereka tidak akan merusak alamnya" jelas Sam Sianata seniman eksentrik yang melahirkan aliran seni Trinity Art gabungan dari seni lukis, seni musik dan seni kreatif (maskot) dalam satu kesatuan tema dan visi.
"Bumi ini bukan milik kita saja saat ini, namun ada hak anak cucu kita kelak" tandas sang seniman multitalenta yang telah melahirkan karya seni agung Go Green Taruparwa dalam bentuk semesta seni.
Sam yang berdomisili di Bali ini terus aktif berkarya dalam bentuk lukisan, lagu, puisi, qoutes dan maskot yang karya-karya dalam,penuh filosofi sehingga terus mendapat sorotan berbagai media karena keunikan dan kedalaman karyanya dan layak dikategorikan sebagai karya kelas sultan. (msk)
Ini lirik lengkap karya barunya, berupa lagu berjudul "Bumi Ini Milik Kita Bersama":
Bumi ini bukan milik kita saja
Namun juga milik anak cucu kita
Ayo kita jaga, Ayo kita pelihara
Sebab bumi ini milik kita bersama
Lestarikan dan Hijaukanlah dunia
Agar kelak hidup kita bahagia
Ayo kita jaga, Ayo kita pelihara
Sebab bumi ini milik kita bersama
Banjir tanah longsor,aneka bencana akibat ulah kita manusia
Jangan kau rusakkan dunia milik kita
Ingatlah masa depan anak cucunya
Ingatlah masa depan anak cucunya.
Editor : Rosihan Anwar