Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melukis dengan Batu Permata dan Kristal di Bali International Hospital, Sherry Winata Hadirkan Seni sebagai Peta Jalan Menuju Jati Diri

M.Ridwan • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:14 WIB
INDAH DALAM DIRI: Seniman instalasi kontemporer Sherry Winata dengan karyanya bertema Healing Art Universe di Auditorium, Lantai II Bali International Hospital Selasa, 16 Desember 2025.
INDAH DALAM DIRI: Seniman instalasi kontemporer Sherry Winata dengan karyanya bertema Healing Art Universe di Auditorium, Lantai II Bali International Hospital Selasa, 16 Desember 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pegiat seni G3N Project kembali menghadirkan karya seniman Sherry Winata yang memaknai seni lukis sebagai proses penyembuhan batin melalui pameran bertajuk "Healing Art Universe."

Pameran ini digelar di Auditorium, Lantai II Bali International Hospital (BIH) Sanur yang dibuka secara resmi pada Selasa 16 Desember 2025 sore dan akan berlangsung selama lima bulan.

Kali ini Sherry Winata menyajikan tujuh karya yang merepresentasikan perjalanan personal dan spiritual dalam menyelami alam bawah sadar, kesadaran, hingga kesadaran tinggi manusia.

Bagi Sherry Winata, melukis bukan sekadar aktivitas artistik, melainkan medium untuk mengungkapkan pengalaman batin yang tak mampu diwakili oleh bahasa.

Karya demi karya Sherry Winata lahir dari keheningan—saat pikiran mereda dan hati serta jiwa mulai berbicara. Dalam ruang tersebut, lukisan menjadi pertemuan antara emosi terdalam, luka yang terpendam, dan pencarian makna hidup.

Melalui praktik meditasi, perjalanan spiritual, serta eksplorasi emosi selama bertahun-tahun, Sherry Winata memandang kegelapan batin bukan sebagai musuh, melainkan pesan jiwa yang perlu direngkuh.

 

INSPIRASI DIRI: Sherry Winata dalam diskusi pembukaan pameran 5 bulan karyanya yang dipandu Yoke Darmawan di Bali Internasional Hospital, 16 Desember 2025.
INSPIRASI DIRI: Sherry Winata dalam diskusi pembukaan pameran 5 bulan karyanya yang dipandu Yoke Darmawan di Bali Internasional Hospital, 16 Desember 2025.

"Rasa sakit, duka, kemarahan, dan bayangan diri menjadi bagian dari proses alkimia batin—di mana luka berubah menjadi kebijaksanaan, rasa sakit menjadi kekuatan, dan bayangan menjelma keindahan," tutur Sherry.

Sherry menjelaskan karyanya juga terinspirasi dari pemikiran Carl Jung tentang alam bawah sadar.  Melalui warna, tekstur, dan bentuk, ia menghadirkan hal-hal yang tak terucapkan ke dalam ruang visual.

"Karya saya mewakili emosi yang tak memiliki bahasa, sekaligus peta jalan pulang menuju jati diri," ujarnya.

Karya seni Sherry Winata memiliki kedalaman makna dan visual yang kuat, salah satunya karena pilihan material yang tidak sekadar berfungsi estetis, melainkan simbolis.

 Baca Juga: ARTOTEL Sanur Bali Gelar Pameran Seni Bersama Kelompok Perupa Red Dragonfly Artisan Corner

Penggunaan batu permata, kristal, mineral, resin dan material berlapis dalam karya Sherry Winata menjadi metafora perjalanan batin—tentang luka, bayangan, dan emosi yang diproses hingga menjelma kejernihan dan cahaya.

Material-material tersebut memantulkan cahaya dengan cara yang tak pernah sepenuhnya statis, menghadirkan pengalaman visual yang berubah-ubah sesuai sudut pandang dan pencahayaan, seolah menegaskan bahwa proses penyembuhan dan kesadaran manusia juga bersifat dinamis.

Dalam pameran Sherry Winata: Healing Art Universe, keindahan dimaknai bukan sebagai kesempurnaan tanpa cela, melainkan keberanian untuk menerima seluruh bagian diri apa adanya.

Bagi Sherry Winata seni menjadi ruang aman tanpa penghakiman, tempat setiap individu diingatkan bahwa dirinya adalah pencipta semesta batinnya sendiri.

General Manager G3N Project Andry Ismaya Permadi mengatakan telah melakukan berbagai kolaborasi pameran dengan sejumlah seniman, termasuk beberapa kali dengan Sherry Winata.

 Baca Juga: Berawal dari Ruang Kelas ke Dinding Kota: Guru Seni I Gede Maha Putra Sulap Mural Jadi Media Mendidik Berkreasi

Uniknya, pameran tidak hanya digelar di galeri, maupun artfair, tetapi juga di lokasi yang tidak biasa digunakan pameran seperti Bali International Hospital Sanur saat ini.

Menurut Andry pameran karya Sherry Winata ini mengajak publik untuk memandang seni bukan hanya sebagai pengalaman visual, tetapi juga sebagai proses refleksi, penyembuhan, dan perjalanan menuju keutuhan diri.

Seperti halnya ketika menghadirkan karya mendiang maestro Made Winata di BIH Sanur sebelumnya, G3N Project memandang langkah pusat medis ini menyatukan teknologi kedokteran modern dengan nilai-nilai estetika adalah sebuah upaya membangun ruang penyembuhan yang utuh.

Sementara itu, Direktur Bali Internasional Hospital, dr. Sheira Aurani mengatakan, pameran ini hadir sebagai healing art bagi pasien yang dalam masa penyembuhan.

“Kami masih banyak terdapat ruang untuk dijadikan tempat pameran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, dr. Sheira menuturkan bahwa kehadiran BIH di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur, Bali ini, untuk menjawab bagi orang yang sering berobat ke luar negeri.

“Jadi saat ini sudah ada layanan kesehatan seperti di luar negeri di Bali,” lanjutnya.

Lanjutnya, BIH juga menyediakan obat-obatan yang hanya ada di luar negeri, dan belum beredar resmi di Indonesia. “Jadi kami diberikan kemudahan oleh pemerintah,” katanya.

“Ada layanan yang berhubungan langsung dengan luar negeri. Beruntung kami berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pemerintah memudahkan membawa obat-obatan yang belum ada di Indonesia,” ujarnya.***

Editor : M.Ridwan
#sanur bali #BIH #Sherry Winata #pameran lukis #Bali International Hospital #kontemporer #karya instalasi #radarbali