Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dekorasi Natal Ala Bali dari Sri Melanting Art: Mentransformasi Gaya Bali dalam Budaya Luar Tanpa Menghilangkan Tradisi

Rosihan Anwar • Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:54 WIB
Ketika merespons perayaan Natal—sebuah budaya luar—Sri Melanting Art mampu mentransformasikannya tanpa mencabut akar kearifan lokal.
Ketika merespons perayaan Natal—sebuah budaya luar—Sri Melanting Art mampu mentransformasikannya tanpa mencabut akar kearifan lokal.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Sri Melanting Art hadir menawarkan perspektif berbeda di tengah kecenderungan dekorasi modern yang kian seragam dan repetitif

Berbasis di Banjar Pande, Sayan, Ubud, tim dekorasi kreatif ini konsisten mengembangkan karya berbasis bahan alami dengan metode tradisi Bali.

Bahkan ketika merespons perayaan Natal—sebuah budaya luar—Sri Melanting Art mampu mentransformasikannya tanpa mencabut akar kearifan lokal.

Sejak awal, Sri Melanting Art menekuni dekorasi berkonsep kekinian dengan tetap berpijak pada metode Bali.

Teknik ulat-ulatan, tata susun tradisional, hingga pemanfaatan daun kering dan material alami menjadi ciri utama karya mereka.

Bagi tim ini, warisan leluhur bukanlah sesuatu yang usang, melainkan sumber kreativitas yang terus relevan dan mampu melahirkan karya segar dengan nilai seni tinggi.

Perkembangan industri dekorasi di Bali dalam beberapa tahun terakhir memang semakin pesat. Kebutuhan akan dekorasi untuk acara komersial, event budaya, hingga pernikahan memunculkan banyak pelaku kreatif baru.

Dekorasi berbasis daun kering pun kian diminati karena tampil alami, estetik, sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan.

Tak hanya pelaku profesional, sekaa truna di berbagai banjar dan desa adat juga semakin aktif berkreasi, menandai tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap seni dan identitas lokal.

Di tengah dinamika tersebut, Sri Melanting Art memilih merespons tema Natal dengan pendekatan yang berani dan berbeda.

Natal sebagai budaya global dipadukan dengan identitas Bali yang kuat—mulai dari seni ulat, eksplorasi warna alami, seni rupa, hingga teknik kerajinan tangan—yang kemudian dirangkai menjadi dekorasi Natal bergaya Bali, unik dan sarat makna.

Karya ini mendapat sambutan luas. Pohon Natal gaya Bali rancangan Raka Dalem Bernat bersama Sri Melanting Art telah menghiasi berbagai ruang publik dan komersial, mulai dari beberapa sudut Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Waterbom Bali, hingga kafe-kafe di kawasan Ubud.

Salah satu kolaborasi yang mencuri perhatian publik terjalin dengan Falala Artisan Chocolate Ubud, menghadirkan konsep pohon Natal yang jauh dari bentuk konvensional.

Dalam semangat “handmade bicara”, Sri Melanting Art memaknai karyanya layaknya tanaman monstera—seni yang terus merambat dan tumbuh ke berbagai ruang.

Dari bahan sederhana seperti daun kering, lahir karya dekoratif bernilai artistik tinggi. Pohon Natal yang dihasilkan bukan sekadar ornamen, melainkan pernyataan seni yang sulit ditiru dan bahkan melampaui imajinasi kebanyakan orang.

Melalui karya-karya tersebut, Sri Melanting Art menegaskan satu pesan penting: tradisi bukanlah batasan, melainkan fondasi kuat untuk melahirkan inovasi yang relevan, berkarakter, dan berdaya saing global.

Informasi dan dokumentasi karya Sri Melanting Art dapat dilihat melalui akun Instagram resmi mereka di @srimelanting_art.

Editor : Rosihan Anwar
#seni bali #sri melanting art