Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keren! Bali Menuju International Creative Hub, BAFM 2025 Jadi Jembatan Emas Industri Animasi Dunia

Marsellus Pampur • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:07 WIB
SAMPAIKAN KABAR INDUSTRI EKONOMI KREATIF: Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu.( Foto Marsellus Pampur)
SAMPAIKAN KABAR INDUSTRI EKONOMI KREATIF: Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu.( Foto Marsellus Pampur)

 

DENPASAR , Radar Bali.id– Pulau Dewata tidak lagi hanya sekadar destinasi wisata alam dan budaya. Kini, Bali tengah diproyeksikan menjadi International Creative Hub yang menghubungkan kekayaan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal dengan industri film animasi global.

Visi besar ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Baparekraf RI, Agustini Rahayu, saat membuka gelaran Bali Animation Film Market (BAFM) 2025 di Denpasar, Sabtu (20/12/2025).

Transformasi Ekonomi: Dari Pariwisata ke Kreativitas

Menurut Agustini, Bali memiliki modal kuat untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui sektor kreatif. Melimpahnya talenta muda berbakat di bidang seni dan teknologi di Bali menjadi alasan utama transformasi ini.

“Kami ingin Bali tidak hanya dikenal dari bidang pariwisatanya saja, tetapi juga sebagai creative hub. Di sini banyak sekali anak muda seni dan pegiat animasi yang mendukung peluang tersebut,” ujar Agustini di hadapan media.

Ia menambahkan bahwa saat ini industri animasi Indonesia telah memiliki kepercayaan diri tinggi untuk membawa narasi lokal ke panggung dunia. BAFM 2025 hadir sebagai ekosistem kolaboratif yang mempertemukan kreator, studio, dan investor untuk menjawab tingginya kebutuhan konten kreatif di pasar nasional maupun global.

Membangun Jejaring 17 IP Nasional

Mengusung tema “Connecting IP Potential to the Animation and Film Industry Ecosystem”, ajang yang diinisiasi oleh AMKA Animation ini menjadi panggung bagi 17 Intellectual Property (IP) terpilih. Mereka mendapatkan kesempatan emas untuk mempresentasikan karya, membangun jejaring, hingga menjalin kolaborasi produksi dan investasi.

“BAFM 2025 adalah instrumen penting untuk mendorong nilai tambah ekonomi kreatif berbasis IP nasional. Kami ingin IP animasi Indonesia masuk ke rantai nilai industri dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan,” tambah Agustini.

Bali Sebagai Pusat Ekosistem Animasi

Direktur AMKA Animation, Herman Umbu Billy, menjelaskan bahwa BAFM 2025 lahir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang temu yang berkelanjutan bagi para pelaku industri. Ia percaya, kekayaan cerita dan potensi IP Indonesia yang sangat besar membutuhkan jalur yang jelas menuju pasar.

“Lewat BAFM, kami ingin memastikan potensi tersebut memiliki akses ke industri dan investasi nyata. Kami berkomitmen menempatkan Bali sebagai pusat (hub) penting dalam ekosistem film animasi nasional,” tegas Umbu Billy.

Sebagai penggerak, AMKA Animation fokus memperkuat sinergi antara kreator, institusi pendidikan, komunitas, hingga pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat agenda pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor animasi dan film yang menjadi simbol ekonomi berbasis inovasi di masa depan. [*]

Editor : Hari Puspita
#menparekraf #industri kreatif #animasi #ekonomi kreatif