DENPASAR, Radar Bali.id – Dunia tari modern (dance) di Bali kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan telah bertransformasi menjadi industri kreatif yang masif. Hal ini ditegaskan oleh penari profesional nasional, Ufa Sofura, di sela-sela kesibukannya menjadi juri dalam ajang Adidas Originals Moves Dance Battle yang digelar di Pantai Sanur, Denpasar, Sabtu (20/12) malam.
Ufa, yang telah malang melintang di berbagai panggung besar nasional, melihat Bali memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. Menurut wanita kelahiran 1989 ini, indikator kemajuan tersebut terlihat jelas dari menjamurnya studio tari, komunitas yang semakin solid, hingga tingginya frekuensi kompetisi bergengsi di Pulau Dewata.
"Perkembangan dunia dance di Indonesia, khususnya Bali, sudah sangat meningkat. Itulah alasan mengapa ajang seperti Adidas Originals Moves ini diadakan di sini; untuk memberikan wadah dan ruang bagi para dancer lokal agar terus berkembang," ungkap Ufa.
Antara Budaya dan Gaya Hidup
Senada dengan Ufa, penari nasional berprestasi, Elly Bittner, yang juga hadir di lokasi, menyebutkan bahwa dance kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya lintas generasi. Menurutnya, perkembangan ini tidak lepas dari pengaruh tren musik dan budaya global.
"Ini seperti perpaduan culture dan style. Variasinya pun makin kaya, mulai dari Hip Hop, Waacking, Crane Dance, hingga gaya lainnya yang terus berevolusi mengikuti arah era musik dan lifestyle saat ini," tambah Elly.
Wadah Kreativitas Freestyle Ajang Bali Moves yang diinisiasi oleh Adidas Indonesia bersama Kanmo Group ini menjadi panggung bagi para penari untuk unjuk gigi dalam format one-on-one battle. Di atas panggung, para peserta ditantang melakukan freestyle untuk menunjukkan karakter dan kreativitas mereka di hadapan juri profesional.
Inderpreet Singh, selaku Vice President Footwear & Active Kanmo Group, menjelaskan bahwa Bali dipilih karena merupakan rumah bagi banyak komunitas kreatif yang energik.
"Melalui Bali Moves, kami ingin menghadirkan platform yang mendorong para penari dan komunitas aktif di Bali untuk terus berekspresi sekaligus berolahraga. Kami ingin mereka memiliki ruang untuk menunjukkan gaya unik dan kemampuan terbaik mereka," pungkas Inderpreet. [*]
Editor : Hari Puspita