Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

​Bulan Bahasa Bali 2026 Tonjolkan Sesolahan dengan Beri Ruang Banyak Sanggar

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 15 Januari 2026 | 08:57 WIB

 

 

BULAN BAHASA: Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Dana Tenaya, saat ditemui di Denpasar, Rabu (14/1).)
BULAN BAHASA: Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Dana Tenaya, saat ditemui di Denpasar, Rabu (14/1).)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Gelaran Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII tahun 2026 dipastikan bakal lebih meriah dengan berbagai lomba. Namun, ada yang berbeda tahun ini. Lomba Drama Bali Modern ditiadakan karena menonjolkan dengan pementasan seni pertunjukan (sesolahan) yang melibatkan lebih banyak sanggar seni.

​Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Dana Tenaya, menjelaskan, persiapan hajatan tahunan ini sudah digeber sejak Desember 2025. "Tahun ini (Drama Bali Modern) ditiadakan, tapi kami ubah formatnya menjadi sesolahan," ujar Dana Tenaya, kemarin (14/1/2026).

​Mantan Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bali ini menegaskan, dihapusnya lomba Drama Bali Modern bukan karena sepi peminat. Kebijakan ini diambil justru untuk memberi panggung lebih luas bagi sanggar seni di Bali dalam mengeksplorasi kreativitas.

​"Peminat sebenarnya banyak. Tapi tahun ini kami ingin memberdayakan sanggar agar terlibat lebih luas. Kalau sebelumnya kan agak terbatas," imbuhnya.

​Meski kondisi fiskal daerah sedang "tergopoh-gopoh" akibat pemangkasan dana transfer dari pusat, Dana Tenaya menjamin BBB 2026 tidak kehilangan taksunya. Secara kuantitas, jumlah lomba justru meningkat dari tujuh menjadi sembilan jenis lomba dengan total 19 kriteria.

​Selain lomba, keterlibatan sanggar pada sesi sesolahan pembukaan dan penutupan juga ditambah. Jika tahun lalu hanya melibatkan dua sanggar, kini ada sepuluh sanggar yang akan tampil.

​"Tidak berdampak (kondisi fiskal). Fokus utama kami sekarang adalah pemulihan dan penguatan aksara Bali agar lebih membumi dan mendalam," tegasnya.

​Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan BBB VIII sebagai langkah konsisten melindungi dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali. Hal ini selaras dengan implementasi Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018.

​Bulan Bahasa Bali VIII akan berlangsung selama satu bulan penuh, 1–28 Februari 2026. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, yang bermakna pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang paripurna.***

 

Editor : M.Ridwan
#Bulan Bahasa Bali #lomba drama modern #dinas kebudayaan bali