Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Bali. Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 yang jatuh pada Maret 2026 mendatang, Pemkab telah menganggarkan dana apresiasi sebesar Rp5 juta bagi setiap Sekaa Teruna Trruni (STT) atau Yowana Banjar Adat yang membuat Ogoh-ogoh.
SECARA keseluruhan, anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp2,4 miliar untuk mengakomodasi 481 STT yang tersebar di seluruh Kabupaten Klungkung.
Meskipun anggaran sudah tersedia, antusiasme administrasi para pemuda tampaknya masih minim. Hingga Minggu (18/1/2026), tercatat baru 58 STT yang menyetorkan proposal permohonan dana ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung.
Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Wayan Suteja, telah menyurati para Perbekel, Lurah, hingga Bendesa Adat se-Kabupaten Klungkung. Tujuannya adalah memastikan informasi mengenai dana hibah ini tersampaikan dengan baik kepada para Yowana di banjar-banjar.
"Kami ingin memberikan ruang kreasi yang luas bagi para pelaku seni di desa adat. Dana ini adalah bentuk dukungan nyata atas semangat pelestarian budaya yang mereka lakukan," jelas Suteja, Minggu (18/1/2026).
Batas Akhir Pengajuan Proposal
Sesuai jadwal awal, penyaluran dana apresiasi ini direncanakan cair pada pertengahan Februari 2026. Untuk mengejar target tersebut, para STT diminta segera merampungkan proposal paling lambat pada 30 Januari 2026.
Suteja menambahkan, pihaknya membuka peluang untuk memperpanjang masa pendaftaran jika jumlah pengaju masih belum signifikan hingga akhir bulan. Namun, hal tersebut akan berdampak pada jadwal pencairan dana.
"Kalau pendaftarannya masih minim, kami akan perpanjang. Namun konsekuensinya, jadwal penyaluran bantuan bisa bergeser dari rencana awal," terangnya.
Pemkab berharap melalui dukungan ini, kreativitas Yowana Klungkung dalam menyambut Nyepi tidak terhambat oleh masalah pendanaan, sekaligus meningkatkan standar estetika seni Ogoh-ogoh di Bumi Serombotan.[*]
Editor : Hari Puspita