Sosok Nanda Candra, kembali menyapa pencinta musik dengan karya terbaru yang sarat makna, bertajuk Setara. Ini adalah single teranyar ini bukan sekadar lagu cinta biasa. Melainkan sebuah pernyataan tegas tentang keberanian meninggalkan hubungan yang tak lagi sehat (toxic relationship).
PENYANYI berbakat asal Pulau Dewata ini di sesi berbagi di Denpasar pada Senin (19/1/2026), mengungkapkan bahwa lagu ini merupakan cermin dari perjalanan seseorang dalam menemukan kembali harga dirinya.
Lagu yang diproduseri oleh Nanda Wijoyo ini menggambarkan situasi pahit yang sering dialami banyak orang: ketika kesetiaan dibalas kebohongan, dan perhatian tulus justru dianggap beban.
"Ada momen ketika kita sadar bahwa kita sudah terlalu jauh mengalah dan terlalu sering memaklumi. Sampai akhirnya kita paham bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus bersama seseorang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita," ujar Nanda Candra dengan penuh penekanan.
Di balik liriknya yang emosional, "Setara" didukung oleh deretan nama besar di industri musik tanah air. Diproduksi di bawah naungan NAW Music, aransemen lagu ini dipercayakan kepada Afif Gifano yang memberikan sentuhan magis pada instrumen keys, piano, bass, hingga komposisi string.
Petikan gitar dari Made Dien semakin memperkuat nuansa lagu, sementara pengarahan vokal ditangani langsung oleh Dennis Nussy di Kay Music Studio. Kualitas audio "Setara" pun tak main-main, karena melalui proses mixing dan mastering oleh tangan dingin Eko Sulistiyo sebelum dipublikasikan.
Pesan untuk Mencintai Diri Sendiri
Melalui lagu ini, Nanda Candra ingin menyampaikan pesan kuat bahwa cinta yang sehat tidak akan menuntut pengorbanan sepihak. Keberanian untuk melangkah pergi, menurutnya, adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri.
"Saya berharap lagu ini bisa menjadi penguat bagi mereka yang sedang berada di persimpangan jalan—antara bertahan atau melepaskan. Ini adalah pengingat bahwa cinta seharusnya dijalani dalam posisi yang setara," pungkasnya.
Kini, "Setara" sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Lagu ini diprediksi akan menjadi anthem baru bagi siapa saja yang sedang berjuang memulihkan harga diri dari luka masa lalu.[*]
Editor : Hari Puspita