Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada Maret mendatang, Pemkab Tabanan kembali menggelar ajang bergengsi bagi para kreator muda: Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026.
ANTUSIASME itu terasa di kalangan anak muda. Festival kali ini mengusung tema "Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana".
Perhelatan ini bukan sekadar lomba saja, melainkan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk apresiasi pemkab terhadap kreativitas Sekaa Teruna Teruni (STT). "Kami ingin memberikan wadah bagi pemuda untuk melestarikan adat dan tradisi," ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Ketentuan dan Jadwal Penting:
- Pendaftaran: Secara daring (online) paling lambat 27 Februari 2026.
- Syarat Karya: Wajib ciptaan baru, mandiri (dilarang membeli ogoh-ogoh jadi), dan berbahan ramah lingkungan. Penggunaan plastik atau styrofoam dilarang keras.
- Dimensi: Tinggi 3–4 meter di atas beti (kotak), dengan lebar pengusung maksimal 4 x 4,5 meter.
- Penilaian: Tim juri akan melakukan kunjungan lapangan dan pantauan media sosial pada 28 Februari hingga 5 Maret 2026.
Puncak Acara dan Hadiah
Puncak festival akan dipusatkan di seputaran GWS Tabanan, di mana ogoh-ogoh akan dipajang mulai 13 hingga 15 Maret 2026. Pawai besar kategori dewasa akan dimulai pada Minggu (15/3) pukul 16.00 WITA menuju panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Menariknya, pada pagi harinya pukul 09.00 WITA, juga akan digelar pawai ogoh-ogoh mini untuk tingkat TK.
Pemkab Tabanan telah menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah sebagai bentuk dukungan nyata:
- Juara I: Rp50.000.000
- Juara II: Rp40.000.000
- Juara III: Rp30.000.000
"Selain hadiah utama, kami juga menyediakan kategori juara harapan dan penyemangat agar semangat pelestarian budaya ini terus berkelanjutan," pungkas Subagia.[*]
Editor : Hari Puspita