DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Pameran Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 juga memberikan wadah pada ajang mengenal pengobatan tradisional Bali.
Terapi pijat usada dan healing ditampilkan oleh Gotra Pangusada Bali di Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali.
Sejak hari pertama pameran dibuka, stan Gotra Pangusada Bali tak pernah sepi. Pengunjung dari berbagai usia usia mencoba pijat tradisional Bali yang diyakini sebagai warisan leluhur.
Bahkan, pelajar tingkat SMP dan SMA tampak rela mengantre untuk merasakan langsung terapi tersebut.
Praktisi healing Gotra Pangusada Bali, Jero Rahayu Dewi, mengatakan minat pengunjung terus meningkat dari hari ke hari.
“Antusiasme sangat tinggi, terutama sejak hari kedua. Banyak anak muda yang ingin mencoba terapi pijat tradisional,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, keluhan yang disampaikan kalangan remaja umumnya berkaitan dengan sakit kepala, rasa cemas, hingga kurang percaya diri.
Melalui metode shape healing, terapi dilakukan dengan sentuhan ringan disertai pendekatan komunikasi agar pasien lebih terbuka menyampaikan beban pikirannya.
“Usia remaja sering mengalami tekanan mental. Dengan terapi ini, kami membantu menenangkan pikiran sekaligus mendeteksi apakah keluhan bersumber dari masalah medis atau nonmedis,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada kondisi psikis, pijat therapy healing juga berfungsi melemaskan tubuh dan membantu memulihkan keseimbangan fisik.
Terapi ini, kata Jero Rahayu Dewi, dapat berjalan seiring dengan penanganan medis tanpa menggantikan peran dokter.
Partisipasi Gotra Pangusada Bali dalam pameran ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pengobatan alternatif tradisional Bali kepada masyarakat luas.
Di lokasi pameran, terapi yang diberikan bersifat pemeriksaan awal dan pijat ringan, sementara penanganan lanjutan dilakukan di tempat praktik.
Pameran Bulan Bahasa Bali VIII sendiri berlangsung selama satu bulan penuh, dari 1 hingga 28 Februari 2026.
Setiap pekannya, Gotra Pangusada Bali menghadirkan jenis pengobatan alternatif yang berbeda.
Pada minggu pertama, disediakan layanan pijat tradisional dan terapi healing yang sarat nilai budaya serta kearifan lokal Bali.
Editor : Rosihan Anwar