SEMARAPURA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Kebudayaan telah menyiapkan dana apresiasi sebesar Rp5 juta bagi setiap Sekaa Teruna Teruni (STT) atau Yowana Banjar Adat yang membuat ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1947. Namun, hingga batas akhir pendaftaran, minat peserta terpantau masih minim.
Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Wayan Suteja, mengungkapkan bahwa meskipun masa pendaftaran telah diperpanjang dua kali hingga 13 Februari 2026, hanya ada 216 STT yang mendaftar.
Angka ini hanya berkisar 50 persen dari total 481 STT yang ada di seluruh Kabupaten Klungkung.
"Kecamatan Nusa Penida menjadi yang paling antusias dengan 79 STT, disusul Klungkung (50), Dawan(44), dan Banjarangkan,(43)," ujar Suteja pada Rabu (18/2/2026).
Terkait rendahnya partisipasi, Suteja menepis isu kurangnya sosialisasi. Menurutnya, pihak dinas sudah masif menginformasikan program ini sejak Desember 2025 melalui media sosial dan perangkat desa. Kendala utama justru muncul dari faktor internal desa adat.
"Ada informasi bahwa beberapa desa adat melarang pembuatan ogoh-ogoh karena bertepatan dengan hari raya Buda Cemeng Klawu. Selain itu, ada juga STT yang memang bersepakat untuk tidak membuat ogoh-ogoh tahun ini," jelasnya.
Saat ini, pihak dinas tengah melakukan perbaikan administratif pada proposal yang masuk. Dana apresiasi sebagai bentuk dukungan pelestarian budaya ini ditargetkan cair paling lambat awal Maret 2026.[*]
Editor : Hari Puspita