Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengikuti Tradisi Tek-Tekan Desa Adat Kediri,Tabanan : Bukan Ogoh-Ogoh, Ini Tradisi Khas Jelang Nyepi

Juliadi Radar Bali • Senin, 9 Maret 2026 | 08:44 WIB

SELALU SEMARAK : Suasana tradisi Tek Tekan yang digelar oleg Krama Banjar Adat Jagasatru, Desa Adat Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan Tahun 2025 lalu. (Juliadi)
SELALU SEMARAK : Suasana tradisi Tek Tekan yang digelar oleg Krama Banjar Adat Jagasatru, Desa Adat Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan Tahun 2025 lalu. (Juliadi)

 

Di saat sebagian besar wilayah di Bali identik dengan pengarakan ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan, Desa Adat Kediri di Kabupaten Tabanan memiliki cara tersendiri yang sarat akan nilai magis dan religius. Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, krama setempat mulai menyiapkan tradisi sakral Tek Tekan Nangkluk Merana.

SEBAGAI langkah awal, krama Banjar Sema, Desa Kediri, telah melaksanakan prosesi penyucian sarana tradisi pada Sabtu (7/3/2026) di Beji Bingin.

Ritual ini dilakukan untuk menyucikan perangkat yang akan digunakan, seperti okokan, kentongan, hingga instrumen beleganjur.

Menjaga Kesakralan Warisan Leluhur

Kelian Banjar Sema, I Ketut Budi Muliawan, menjelaskan bahwa penyucian ini adalah prosedur wajib sebelum tradisi utama dimulai pada 12 Maret mendatang.

"Kami sucikan sarana seperti okokan dan kentongan ini di Beji Bingin sebagai bentuk permohonan keselamatan. Tujuannya agar saat digunakan nanti, kesucian dan nilai sakral tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tetap terjaga," ujar Budi Muliawan, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, Tek Tekan bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol penolak bala sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan antar-krama banjar dalam menjaga akar budaya Bali.

Ritual Penolak Bala Selama 6 Hari

Bendesa Adat Kediri, Ida Bagus Ketut Arsana, memaparkan bahwa tradisi Tek Tekan Nangkluk Merana merupakan ritual khusus untuk mengusir wabah penyakit maupun hama (merana) yang dapat mengancam wilayah desa.

Tahun ini, rangkaian tradisi akan berlangsung selama enam hari berturut-turut, mulai dari 12 hingga 17 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, krama dari tujuh banjar di Desa Adat Kediri akan melakukan ritual ngider atau berkeliling desa.

"Para krama akan berkeliling sambil membunyikan okokan dan sarana tradisi lainnya secara serempak. Tradisi ini adalah bentuk permohonan kami kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar wilayah desa selalu dalam keadaan selamat, harmonis, dan rahayu menjelang Hari Raya Nyepi," pungkas Ida Bagus Ketut Arsana.

 

Fakta Menarik Tradisi Tek Tekan Kediri:

Editor : Hari Puspita
#tradisi lama #tabanan #jelang Nyepi #tarian sakral