RADAR BALI - Aktor Hollywood Michael B. Jordan tampil percaya diri saat naik ke panggung Oscar 2026.
Dengan pakaian ketat yang menonjolkan tubuh atletisnya, Michael B Jordan untuk kali pertama membawa pulang Piala Oscar sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film Sinners.
Pemeran Black Panther ini secara dramatis mengalahkan empat aktor papan atas lainnya, yakni Timothée Chalamet (Marty Supreme), Ethan Hawke (Blue Moon), Leonardo DiCaprio (One Battle After Another), serta Wagner Moura (The Secret Agent).
Kemenangan ini tidak hanya menyoroti kemampuan aktingnya, tetapi juga transformasi fisik luar biasa yang ia jalani selama bertahun-tahun.
Dalam pidato kemenangannya, mantan model cilik Toys "R" Us itu memberikan apresiasi kepada rekan sejawat dan penggemarnya.
"Terima kasih kepada semua orang di ruangan ini dan di rumah yang mendukung karier saya," katanya.
"Saya tahu kalian ingin saya sukses, dan saya ingin melakukannya karena kalian telah bertaruh pada saya," kata atlet basket Newark Arts High School ini.
Perjalanan Panjang Membentuk Tubuh Atletis
Meski pernah dinobatkan sebagai Sexiest Man Alive 2020, tubuh kekar yang dimilikinya saat ini bukanlah hasil instan.
Pelatih pribadinya, Corey Calliet, mengungkap bahwa pada awal pertemuan mereka, aktor yang memulai karirnya melalui opera sabun The Cosby Show dan The Sopranos ini memiliki fisik yang lemah.
"Dia bahkan hampir tidak mampu melakukan bench press 9 kg," ungkap Calliet.
Jordan sendiri mengakui bahwa proses metamorfosis tubuhnya sangatlah berat. "Saya dulu sangat kurus, sulit menambah berat badan, dan sulit membangun otot," kenangnya.
Pria 39 tahun ini menjelaskan bahwa kemajuan yang ia dapatkan terjadi secara bertahap melalui disiplin tinggi.
"Saya tidak langsung bisa bench press 225 pon. Saya mulai dari 125, lalu 150, 180, dan meningkat sedikit demi sedikit sampai sekarang saya bisa mengangkat 225 pon. Itu butuh waktu."
Latihan yang Disesuaikan dengan Peran
Transformasi tubuh Jordan dilakukan melalui kombinasi kardio harian, angkat beban, serta latihan sirkuit berbasis daya tahan.
Jordan merasakan efek nyata dari latihan tersebut pada anatomi tubuhnya. "Saya merasakan otot yang bahkan sebelumnya tidak saya tahu ada," ujar penggemar cheese cake di hari cheat day ini.
Setiap film memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk Creed, Jordan melakukan workout untuk membentuk tubuh atlet fungsional seperti tinju dan latihan kelincahan kaki.
Sedangkan sebelum mengambil peran sebagai Black Panther, Calliet menggunakan pendekatan bodybuilding untuk estetika massa otot.
Jordan mengungkapkan betapa ekstremnya jadwal latihan yang ia jalani saat persiapan film. "Saya berlatih dua hingga tiga kali sehari, enam hari seminggu," tuturnya.
Pola Makan dan Kedisiplinan
Untuk menunjang latihan berat tersebut, Jordan mengonsumsi tiga hingga enam kali makan sehari dengan fokus pada protein tanpa lemak dan sayuran.
Meski memiliki aturan ketat, ia tetap menekankan pentingnya keseimbangan mental dengan tetap menyediakan waktu untuk makanan favorit sesekali.
"Saya tidak benar-benar menghilangkannya (makanan favorit), tetapi Anda harus punya disiplin dan pertimbangan. Anda tahu konsekuensinya jika makan sembarangan," pungkas Jordan.
Di sela kesibukannya, ia kini lebih selektif dalam memilih peran dan lebih menghargai waktu istirahat agar tetap aktif tanpa harus selalu memaksakan diri melampaui batas.***
Editor : Ibnu Yunianto