Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bila Musisi-Musisi Perempuan Unjuk Kebolehan dari Balik Jeruji Besi Lapas Kerobokan: Pembuktian Karya dari Kolaborasi Gajisi dan Octav Sicilia

Ida Bagus Indra Prasetia • Selasa, 7 April 2026 | 14:37 WIB
BERKARYA DARI BALIK LAPAS : Para penggawa Gajisi unjuk kebolehan lewat video klip Safer Societies. (dok.Lapas Perempuan, Kerobkan)
BERKARYA DARI BALIK LAPAS : Para penggawa Gajisi unjuk kebolehan lewat video klip Safer Societies. (dok.Lapas Perempuan, Kerobkan)

Di balik tembok tinggi Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, sebuah narasi baru sedang ditulis. Bukan dengan tinta hitam di atas kertas hukum, melainkan lewat denting nada yang membawa pesan tentang nilai-nilai kemanusiaan, daya juang dan optimisme.

DARI Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, grup musik Gadis Jeruji Besi (Gajisi) ini hadir bersama Octav Sicilia, sosok yang tak asing lagi, karena sebelumnya eksis dengan band warga binaan, di tempat yang sama, Antrabez.

Baca Juga: LUKAKU : Octav Sicilia Pentolan Antrabez Ini Gaet Anda Perdana di Single Terbaru

Octav adalah pentolan Antrabez, band lapas Kerobokan, dengan personel semua cowok, yang sempat merekam dua album, yakni album pertama bertajuk Saatnya Berubah dirilis pada 2016, album kedua  No Limit dirilis pada 2018. 

Grup musik yang difasilitasi oleh pihak Lapas terbentuk dari program pembinaan di bidang seni musik.

Seperti halnya Antrabez, Gajisi membuktikan bahwa ruang gerak yang terbatas bukan berarti mati kreativitas.

Gajisi baru saja meluncurkan karya terbaru bertajuk Safer Societies. Lagu ini bukan sekadar komposisi musik biasa; ia adalah refleksi mendalam tentang perjalanan hidup, pembelajaran, dan sebuah harapan jujur akan masa depan yang lebih baik.

Pertemuan antara Visi dan Kemanusiaan

Lahirnya karya ini tak lepas dari sentuhan tangan dingin Octav Sicilia, musisi sekaligus produser yang dikenal lewat karya-karya emosionalnya.

Ketertarikan Octav terhadap program pembinaan di Lapas Perempuan Kerobokan membawanya pada sebuah kolaborasi lintas batas.

Antara profesionalisme industri musik dan suara autentik dari balik jeruji, tercipta sebuah ruang empati. "Lagu ini membawa pesan kuat tentang keadilan yang cerdas, pemulihan hati, dan peran kita semua dalam menciptakan lingkungan yang aman," tutur Octav.

Tegaskan "Saya Masih Punya Kesempatan"

Bagi para personel Gajisi, musik adalah napas kedua. Salah satu anggota yang kini tengah menjalani masa hukuman 10 tahun akibat kasus narkotika, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, bisa berkarya dan didengar oleh masyarakat luas adalah sebuah kemustahilan yang menjadi nyata.

"Saya tidak pernah membayangkan bisa berkarya dari dalam sini. Gajisi memberi saya harapan baru, membuat saya merasa masih punya kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya lirih namun penuh optimisme.

Sambutan untuk Dunia dari Nusa Dua

Momentum peluncuran lagu ini kian spesial karena hadir untuk menyambut ajang internasional 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 14–17 April 2026 mendatang.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menegaskan bahwa Gajisi adalah bukti nyata keberhasilan proses pembinaan.

"Ini adalah wujud kreativitas, harapan, dan semangat perubahan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat luas bahwa di balik tembok ini, proses pembinaan berjalan penuh makna," jelasnya.

Kini, melodi penuh harapan dari Gajisi sudah bisa dinikmati publik melalui platform digital Spotify. Juga video klip di Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=Z9SYhWvvVtk

Tak hanya itu, visualisasi perjuangan dan transformasi mereka juga telah dirilis dalam bentuk video musik di kanal YouTube resmi LPP Kerobokan. Sebuah pesan dari balik jeruji, bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua. [*]

Editor : Hari Puspita
#Gajisi #lapas perempuan kerobokan #Single lagu #warga binaan #rilis lagu