Festival Seni, Adat, dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026 resmi menutup tirainya pada Minggu (19/4/2026) malam setelah berlangsung meriah selama tiga hari.
PERHELATAN seni itu harus berakhir juga. Sebagai puncaknya, panggung utama digetarkan oleh penampilan kesenian Burdah dari kampung Muslim di Buleleng, yakni Desa Pegayaman, sebuah sajian yang menjadi simbol kuat akulturasi budaya di Bali Utara.
Kesenian khas ini menjadi magnet luar biasa di hari terakhir festival. Nuansa religius yang kental berpadu selaras dengan seni tradisi, menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus memikat bagi para penonton yang memadati area festival.
Kemeriahan semakin memuncak saat alunan musik Burdah mulai mengiringi atraksi Pencak Belebet. Gerakan lincah para pesilat yang menyatu dengan ketukan perkusi tradisional mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari masyarakat.
Warisan Penglingsir di Tangan Generasi Muda
Ketua Sekaa Burdah Burak Pegayaman, Ketut Muhammad Suharto, mengungkapkan bahwa penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan pesan penghormatan bagi para leluhur.
"Ini memberikan gambaran mengenai peran penting generasi muda untuk memberi penghargaan terhadap para penglingsir. Beliau-beliau telah sangat berjasa mempertahankan dan menciptakan warisan budaya yang bisa kita nikmati hingga sekarang," ujar Suharto.
Komitmen Pelestarian Budaya
Festasada 2026 dinilai sukses menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga jati diri lokal.
Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga yang luar biasa selama tiga hari penyelenggaraan.
”Festival ini tidak hanya meriah secara fisik, tetapi mampu menghadirkan kekuatan budaya lokal yang menjadi identitas kita. Kami sangat mengharapkan masukan dan kritik membangun agar Festasada ke depan bisa lebih baik lagi,” tutur Budiarsana.
Harapannya, Festasada dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang mampu menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.[*]
Editor : Hari Puspita