Alunan musik rock yang mengentak panggung Tuksedo Studio, Ketewel, sukses membakar semangat pengunjung Tuksedo Artistic Festival 2026, Sabtu (2/5/2026). Di tengah kemeriahan acara bertema Ars Gratia Artis (Dari Seni untuk Seni) tersebut, sosok Ki Ai Nirnur menjadi pusat perhatian.
KARYA yang ditampilkan cukup beragam. Di antara karya-karya itu, ada karya terbaru dari maestro ogoh-ogoh kenamaan, Putu Marmar Herayukti, ini kembali memantik decak kagum.
Setelah sebelumnya viral melalui karya "Sapa Warang" di Banjar Gemeh saat Nyepi lalu, kini Marmar membawa aura taksu ke dalam ruang pameran otomotif dan seni tersebut.
Baca Juga: Seni dari Tepian Kesadaran (Pameran lukisan “Catatan Luka” -D’Art Cafe and Gallery, Kupang)
Marmar menjelaskan bahwa taksu bukanlah sesuatu yang bisa dipohonkan secara instan. "Taksu itu akan terbangun sendiri tanpa ada wujudnya, tapi dia bisa dirasa. Pemaknaannya akan sangat kuat muncul," ungkapnya dalam sesi talkshow.
Baca Juga: dr. Bagus Persembahkan Pameran Lukisan "Atas Nama Cinta untuk Wanita" di HUT BKFK Unud Ke-61
Menariknya, ini adalah kali pertama Ki Ai Nirnur dipamerkan secara luas setelah sebelumnya sempat muncul dalam peluncuran album sebuah band di Denpasar. Marmar mengaku terinspirasi oleh dedikasi Tuksedo Studio dalam merestorasi mobil-mobil klasik.
“Saya memandang Tuksedo Studio adalah sesuatu yang membanggakan di Bali. Ke depan, saya berharap bisa terus berkolaborasi, terutama belajar bagaimana konsep ide diwujudkan ke dalam bentuk mobil, yang mungkin bisa saya terapkan dalam berkesenian,” terangnya.
Laksamana Gusti Handoko, selaku owner Tuksedo Studio sekaligus penyelenggara, menjelaskan bahwa festival ini merupakan wadah kolaborasi untuk memberdayakan ekonomi kreatif lokal.
Di sisi lain, selain pameran seni, pengunjung dimanjakan dengan Creative Market Zone, aneka kuliner kekinian, hingga workshop kerajinan.[*]
Editor : Hari Puspita