Menyambut perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 pada Juni mendatang, Kabupaten Tabanan mulai memanaskan “mesin” seninya.
SEGALA persiapan sudah dilakukan. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 seniman dari 13 sanggar dan sekaa kini tengah memasuki fase krusial pemantapan materi.
Baca Juga: Duta Tabanan di Ajang PKB 2024 Gelar Pemanasan di Panggung GWS Dulu, Ini Tujuannya
Hingga pertengahan Mei, persiapan Duta Seni Tabanan dilaporkan telah menyentuh angka 75 persen. Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Juana, menyatakan bahwa para seniman kini hanya tinggal mematangkan detail penampilan melalui latihan intensif.
Baca Juga: Tak Bisa Kumpul saat PPKM, Duta PKB dari Tabanan Sulit Latihan
"Seluruh materi sudah masuk tahap pemantapan. Kami terus melakukan pemantauan bersama tim kabupaten dan pembinaan dari Provinsi Bali agar performa di panggung PKB nanti benar-benar maksimal," ujar Juana, Selasa (12/5/2026).
Mengusung Tema "Kunti Seraya"
Sesuai dengan tema sentral yang ditetapkan Provinsi Bali, Tabanan akan mengusung konsep "Kunti Seraya".
Tema ini bakal diterjemahkan ke dalam sajian kesenian tematik yang melibatkan kolaborasi sejumlah sanggar ternama, salah satunya Sanggar Haridwipa.
Daya Tarik Peed Aya: Invasi 26 Barong Bangkung
Salah satu yang paling dinantikan adalah barisan Pawai Pembukaan (Peed Aya). Melibatkan sedikitnya 350 seniman, formasi pawai Tabanan dirancang sangat megah. Barisan akan diawali oleh papan nama daerah, disusul kehadiran Jegeg Bagus, serta penampilan ikonik Tari Jayaning Singasana.
Sebagai pemungkas sekaligus daya tarik utama, Tabanan akan memamerkan aksi 26 Barong Bangkung yang dimainkan secara massal oleh penari lintas generasi, dari remaja hingga dewasa. Tak ketinggalan, kategori anak-anak juga akan turut memeriahkan suasana melalui atraksi sub ngelawang.
Kekuatan Generasi Muda dan Keragaman Materi
Tahun ini, Tabanan mengirimkan total 14 materi kesenian yang mencakup berbagai kategori. Mulai dari kompetisi bergengsi Gong Kebyar (Wanita, Anak-anak, dan Dewasa), Balaganjur Remaja, Angklung Kebyar, Joged Tradisi, hingga berbagai wimbakara (lomba) seperti masatua dan Taman Penasar.
Juana menambahkan, tingginya antusiasme generasi muda terhadap kesenian tradisional—khususnya Barong Bangkung—menjadi modal kepercayaan diri bagi Tabanan. Bahkan, tren positif ini mulai menarik perhatian tim kurator PKB tingkat provinsi.
“Anak-anak muda sangat antusias. Bagi kami, ini bukan sekadar tampil maksimal, tapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan seni tradisi agar tetap hidup di tangan mereka,” pungkas Juana. [*]
Editor : Hari Puspita