Gema selawat dan dentuman rebana memenuhi Gedung Kesenian I Ketut Mario pada Kamis (14/5/2026). Sebanyak 18 peserta dari Majelis Taklim hingga tingkat Madrasah mengikuti Festival Seni Budaya Islam Kabupaten Tabanan 2026 bertajuk Mengukir Dzikir dalam Seni, Bersenandung Doa dalam Shalawat Menuju Masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.
SUASANA semarak sangat terasa. Festival yang berlangsung sehari penuh ini melombakan tiga cabang utama: Kasidah Rebana, Banjari Murni, dan Hadrah Kontemporer.
Baca Juga: Paslon Adicipta Perkuat Tri Kerukunan Umat Beragama di Badung
Para pemenang terpilih nantinya akan memegang mandat penting untuk mewakili Kabupaten Tabanan di tingkat Provinsi yang akan digelar di Kabupaten Jembrana.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, I Komang Giriyasa, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Lembaga Pengembangan Seni dan Budaya Islam (LPSBI) Tabanan dalam menggelar acara ini.
"Kami mendorong para nyama (saudara) Islam di Tabanan untuk terus berkolaborasi. Produknya tetap nafas Islam, namun tetap bisa menyentuh unsur budaya lokal Bali. Ini adalah bagian dari penguatan identitas generasi muda kita," ungkap Giriyasa.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang membuka acara secara resmi menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang adu bakat. Ia berharap kegiatan ini menjadi perekat kerukunan umat beragama di Tabanan, yang sebelumnya telah meraih Harmony Award dari Kementerian Agama RI pada tahun 2017.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita terus mewujudkan kerukunan agar tetap akur hidup berdampingan dan bersama-sama mendukung pembangunan di Kabupaten Tabanan," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita