Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Saat Mahasiswa asal Kanada “Menjadi Bali” dan Tampil Ciamik di Pergelaran Kolaborasi

Francelino Junior • Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:15 WIB
TERAMPIL MEGAMBEL : Mebarung mahasiswa University of Waterloo, Kanada bersama Sekaa Gong Eka Wakya.(ist)
TERAMPIL MEGAMBEL : Mebarung mahasiswa University of Waterloo, Kanada bersama Sekaa Gong Eka Wakya.(ist)

Gemuruh suara gamelan Bali ternyata telah bergema jauh melintasi benua. Eksotisme taksu Bali utara tidak lagi sekadar menjadi magnet bagi pelancong, melainkan magnet seni yang memikat puluhan mahasiswa dari University of Waterloo, Kanada, untuk terbang langsung ke Bumi Panji Sakti.

INI momen yang Istimewa. Puncaknya terjadi pada Rabu (20/5/2026), ketika para mahasiswa asal negeri pecahan es tersebut unjuk gigi di atas panggung Balai Banjar Paketan, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng.

Baca Juga: Sekaa Jegog Mebarung Tingklik Seiko Niti Suara Tampilkan Tiga Sajian Seni Pikat Penonton

Tidak sekadar tampil biasa, mereka terlibat dalam aksi "mebarung" (tampil bersama) yang ciamik dengan seniman lokal dari Sekaa Gong Eka Wakya.

Baca Juga: Kendang Mebarung, Seni Klasik Sukses Arungi Perubahan Zaman,Representasi Pemikiran dan Harmonisasi Konsep Tri Hita Karana

Aksi kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis sama sekali bukan penghalang dalam pelestarian warisan budaya. Menariknya, sebelum menapakkan kaki di Pulau Dewata, para mahasiswa asing ini sudah lebih dulu mencicipi materi tabuh gong tua secara daring, dibimbing langsung oleh perwakilan Sekaa Gong Eka Wakya.

Kelian Gong Eka Wakya sekaligus Kelian Adat Banjar Paketan, I Ketut Sunada, mengungkapkan bahwa materi yang diajarkan merupakan bagian penting dari identitas musikal masyarakat setempat.

”Materi yang dipelajari meliputi lelonggoran dan sekatian, yang menjadi bagian dari kekayaan tabuh khas Banjar Paketan,” terang Sunada saat dikonfirmasi pada Kamis (21/5/2026).

Perjalanan para mahasiswa Kanada ini untuk mendalami seni tradisi terbilang sangat total. Sebelum bertolak ke Buleleng untuk menyelami karakter tabuh Bali utara yang tegas dan dinamis, mereka terlebih dahulu digembleng lewat pelatihan intensif di Sanggar Cudamani, Pengosekan, Ubud, Gianyar.

Berbagi panggung langsung dengan para seniman lokal Banjar Paketan diakui para mahasiswa asing tersebut sebagai pengalaman langka yang luar biasa. Berkat latihan keras lintas benua, mahasiswa University of Waterloo sukses menyuguhkan empat repertoar yang memukau penonton: tabuh Gilak aransemen Dewa Suparta, Tari Pendet, Lelonggoran khas Buleleng, serta komposisi orisinal karya mahasiswa sendiri yang bertajuk Padurasa.

Jembatan budaya yang terbangun di Buleleng ini pun diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja. Seni dinilai menjadi medium paling ampuh untuk mengenalkan kekayaan Bali ke panggung internasional.

”Kami berharap hubungan ini dapat terus berlanjut dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” harap Associate Professor of Ethnomusicology University of Waterloo, Maisie Sum. [*]

Editor : Hari Puspita
#mahasiswa kanada #mebarung #jam session #gamelan Bali #buleleng