UBUD, Radar Bali.id- Denyut nadi kesenian di kawasan pariwisata Ubud kian bergairah. Salah seorang perupa, Bung Tiok, kembali unjuk karya seni rupa dengan menggelar pameran tunggal kelimanya.
Baca Juga: Bung Tiok dan “Kawanku Kewan Kewan”: Mengingatkan untuk Selalu Manusiawi, Bukan “Hewani”
Kali ini bertajuk: Circle of Humans, Animals and The Universe, pameran ekshibisi ini resmi dibuka di Galeri Dalam Seniman, Jalan Sriwedari Nomor 12, Ubud, Gianyar.
Acara seremoni pembukaan berlangsung semarak pada Sabtu sore, 6 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 Wita.
Pembukaan ini memikat perhatian publik lewat aksi perform kolaborasi musik yang apik serta pertunjukan live painting secara langsung oleh Chris Idris bersama Bung Tiok.
Momentum pembukaan ini terasa spesial lantaran bertepatan dengan agenda pariwisata seni bergengsi, Ubud Open Studio 2026, yang membuat atmosfer Ubud dipadati oleh berbagai gelaran pembukaan pameran seni di berbagai sudut dalam dua hari terakhir.
Dalam pameran tunggalnya kali ini, Bung Tiok memajang sebanyak 16 karya teranyar yang lahir dari rentang tahun 2024 hingga 2026.
Uniknya, sang seniman tidak hanya menggunakan kanvas konvensional sebagai medium berekspresi. Pengunjung dapat menikmati goresan estetis di atas media yang tidak biasa, mulai dari instrumen gitar elektrik hingga papan seluncur (surfing board), yang seluruhnya dikemas apik dalam nuansa aliran surealis dekoratif. Tema-tema seputar hewan, manusia, dan alam raya diangkat secara mendalam sebagai metafora dari dinamika kehidupan.
Agenda pameran tunggal Bung Tiok ini dipastikan akan memanjakan mata para pencinta seni selama satu bulan penuh, terhitung sejak Sabtu, 6 Juni 2026 hingga Senin, 6 Juli 2026 mendatang.
Tidak sekadar memamerkan karya visual, rangkaian pameran ini juga akan dihidupkan dengan beberapa agenda kegiatan edukatif yang interaktif, di antaranya adalah lokakarya (workshop) menggambar binatang serta workshop melukis menggunakan cat air.
Pada hari pertama pembukaan, galeri seni ini langsung diserbu oleh audiens. Acara terpantau dihadiri oleh deretan tamu penting mulai dari sesama rekan seniman, pengamat dan pemerhati seni, kolektor seni, hingga puluhan wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berlibur di Ubud.[*]
Editor : Hari Puspita