Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menyelami Keheningan "What Remains in Water", Pameran Tunggal Abstrak Cat Air Karya Mahendra Mangku di Komaneka Fine Art Gallery

Marsellus Pampur • Minggu, 21 Juni 2026 | 06:08 WIB
PAMERAN TUNGGAL : Sejumlah karya yang dipajang di Komaneka Fine Art Gallery di jalan Prof.Dr Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Gianyar.  (marsellus pampur)
PAMERAN TUNGGAL : Sejumlah karya yang dipajang di Komaneka Fine Art Gallery di jalan Prof.Dr Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Gianyar.  (marsellus pampur)

Ruang sunyi sarat makna tersaji di Komaneka Fine Art Gallery, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Gianyar. Seniman kawakan asal Sukawati, Gianyar, I Made Mahendra Mangku kembali menyapa melalui pameran tunggal teranyarnya.

KALI  ini, alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta tersebut memamerkan sebanyak 35 karya cat air dalam berbagai ukuran. Pameran yang mengusung tema mendalam “What Remains in Water” ini dibuka secara resmi pada hari Sabtu, 20 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2026 mendatang.

Baca Juga: Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art - Gerakan Seni Penyadaran dan Lingkungan yang Berkelanjutan 

Mahendra Mangku, 53, menyebutkan bahwa tema yang diangkatnya kali ini merupakan sebuah pembahasan mendalam mengenai kenangan spiritual dan personalnya yang mengendap dalam memori.

”Tentang kenangan atau kejadian yang pernah dialami, baik personal maupun non-personal, yang muncul kembali dalam keheningan," kata pria kelahiran 30 Desember 1972 ini kepada Jawa Pos Radar Bali saat pembukaan pameran, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Sajikan 16 Karya, Bung Tiok Gelar Pameran Tunggal Kelima di Ubud Bertepatan Momentum Ubud Open Studio 2026

Sebagai pelukis yang konsisten bergerak di jalur abstrak, Mangku memandang medium cat air bukan sekadar unsur material pengisi kanvas atau kertas.

Baginya, karakter air memiliki prinsip estetik sekaligus filosofis yang sangat kuat. Air yang mengalir bebas, merembes, mengaburkan batas, dan menolak bentuk yang sepenuhnya pasti, menjadi analogi dari kehidupan itu sendiri.

Baca Juga: Dari Pameran Lukisan Komang Bayu Selama Pandemi: Andalkan Teknik Serba Pecut Lidi

”Dari proses kreatif ini, cat air menjadi cara membaca yang sementara. Bahwa tidak semua hal dalam hidup ini hadir melalui ketegasan, dan tidak semua makna harus lahir dari bentuk yang sudah selesai," jabar seniman paruh baya tersebut filosofis.

Karakter kuat dari goresan Mahendra Mangku ini juga diakui oleh Wayan Sunartana selaku Manajer Komaneka Fine Art Gallery.

Baca Juga: Seni dari Tepian Kesadaran (Pameran lukisan “Catatan Luka” -D’Art Cafe and Gallery, Kupang)

Ia menjelaskan bahwa karya-karya yang dipajang kali ini tidak menawarkan representasi visual yang gamblang, melainkan sebuah resonansi rasa kepada para penikmatnya. 

Format visual yang hadir di galeri adalah fragmen cahaya, endapan suasana, serta jejak ingatan yang samar namun terasa sangat dekat.

Lebih lanjut, Sunartana menambahkan bahwa dalam karya-karya abstrak ini, ruang kosong yang sengaja disisakan oleh sang seniman bukanlah sebuah kekurangan teknis, melainkan sebuah jeda yang sengaja diciptakan. Jeda tersebut memberi napas bagi pandangan mata dan ruang yang luas bagi tafsir para pengunjung.

”Karena itu, pameran ini tidak mengajak kita sekadar melihat bentuk secara fisik, melainkan merasakan apa yang mengendap di baliknya: waktu, keheningan, dan jejak yang tinggal setelah citra itu berlalu," pungkasnya ditemui di sela-sela kesibukan galeri pada Sabtu (20/6/2026) malam pukul 19.00 Wita.

Bagi masyarakat luas dan penikmat seni rupa yang ingin merasakan langsung getaran keheningan lewat media air, pameran ini masih terbuka umum setiap hari di Komaneka Fine Art Gallery Keramas hingga sebulan penuh ke depan.[*]

Editor : Hari Puspita
#pameran lukisan #Komaneka Art Gallery #Pameran tunggal #cat air #gianyar