Panggung budaya serangkaian hari jadi kota terpantau meriah. Dari sejumlah penampil yang silih berganti mengisi panggung utama Karangasem Festival di Taman Budaya Candra Budaya, ada satu grup vokal yang sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata penonton. Mereka menamakan diri Sandya Vocalise.
MEREKA tampil memukau pada Minggu malam (21/6/2026) mulai pukul 20.00 Wita, seniman yang beranggotakan sembilan orang itu tampil sangat menghibur dan interaktif.
Bagi grup vokal yang dikomandoi langsung oleh Wik Ben, tampil dalam ajang bergengsi tingkat daerah ini bukanlah pengalaman pertama yang mendebarkan.
Baca Juga: Karangasem Siap Gelar Bali Maritime Festival 2024, Dihelat Awal Agustus Ini
Selama ini, Sandya Vocalise kerap dipercaya mengisi berbagai agenda protokoler dan kegiatan penting di Kabupaten Karangasem, sebut saja salah satunya even reguler Karangasem Akhir Pekan serta event seni berskala daerah lainnya.
Keunikan dari grup vokal ini terletak pada latar belakang para anggotanya yang sangat heterogen. Mulai dari berprofesi sebagai guru kelas, tenaga pendidik, hingga jajaran pegawai berstatus aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Meski sebagian besar anggotanya merupakan aparatur sipil negara dan tenaga pendidik formal, Sandya Vocalise bukanlah grup paduan suara dinas resmi bentukan pemerintah. Grup ini murni lahir dari akar rumput dan berkembang pesat sebagai sebuah sekaa demen (komunitas hobi).
”Sebenarnya ini adalah wadah kreatif bagi para pecinta seni vokal di Karangasem yang memiliki semangat berkesenian yang sama dan didasari rasa kebersamaan yang kuat,” tutur Wik Ben, 41, saat ditemui di balik panggung pada Minggu (21/6/2026).
Di atas panggung megah Karangasem Festival, mereka membawakan sejumlah nomor lagu dengan aransemen dan harmonisasi vokal yang apik, sekaligus menambah semarak rangkaian perayaan HUT ke-386 Kota Amlapura dan Karangasem Festival 2026.
Koordinator Sandya Vocalise, Wik Ben kembali menegaskan bahwa sebuah kebersamaan yang tulus menjadi modal serta kekuatan utama dari grup yang dipimpinnya tersebut. Menurut pria ramah ini, para anggota memilih bergabung bukan karena tuntutan ataupun paksaan profesi kedinasan, melainkan murni karena kecintaan mendalam terhadap seni olah vokal.
”Setiap kesempatan tampil yang diberikan kepada kami adalah sebuah bentuk pengabdian nyata untuk ikut meramaikan dan mendukung penuh setiap kegiatan adat dan budaya di Karangasem,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Ia menambahkan, kehadiran Sandya Vocalise di ajang Karangasem Festival tahun ini menjadi bagian penting dari upaya kolektif menjaga semangat berkesenian, sekaligus memperkuat tali kebersamaan antaranggota di tengah kesibukan kerja sehari-hari.
”Kami sangat bangga bisa kembali dipercaya tampil mengisi panggung utama di Karangasem Festival 2026 ini. Semoga apa yang kami sajikan dengan hati dapat menghibur masyarakat luas dan menjadi pemantik motivasi bagi komunitas seni lainnya di Karangasem untuk terus konsisten berkarya,” pungkasnya.
Dengan spirit gotong royong dan kecintaan tak terbatas pada seni, Sandya Vocalise berhasil membuktikan bahwa sebuah sekaa demen mampu menghadirkan penampilan berkualitas tinggi sekaligus menjadi bagian penting dalam denyut nadi kehidupan seni budaya di Karangasem. [*]
Editor : Hari Puspita