RADAR BALI - Setelah suksesnya gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dihadiri 1,6 juta pengunjung, antusiasme pencinta seni budaya di Pulau Dewata dipastikan tidak akan surut.
Mulai hari ini, Senin, 13 Juli 2026, kemeriahan tersebut langsung berlanjut melalui pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026.
Berpusat di Taman Werdhi Budaya Art Center, Denpasar, festival seni modern dan kontemporer ini siap menyuguhkan rangkaian acara yang memikat, mulai dari perlombaan sastra hingga pertunjukan kolosal. Seluruh rangkaian acara ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis tanpa dipungut biaya masuk.
Rangkaian acara di hari pertama akan langsung dibuka pada sore hari, tepat pukul 16.00 WITA. Kalangan Ayodya akan menjadi saksi persaingan sengit dalam babak penyisihan Pawimba (Lomba) Baca Puisi untuk kategori umum dan mahasiswa.
Di sini, para peserta akan menguji kemampuan interpretasi mereka melalui pembacaan puisi kontemporer karya sastrawan lokal Bali.
Menjelang malam, fokus kegiatan bergeser ke ranah edukasi seni. Pukul 18.30 WITA, Gedung Kriya akan menyelenggarakan Aguron-guron atau workshop teater modern. Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para penggiat seni peran untuk menggali ilmu penyutradaraan dan penulisan naskah drama langsung dari para praktisi teater nasional.
Puncak kemeriahan hari pertama akan tersaji pada pukul 20.00 WITA di Panggung Terbuka Ardha Candra melalui pergelaran utama (Adilango). Sebuah pementasan teater musikal kontemporer kolosal bertajuk Utsaha Ring Jagat Anyar siap menghentak panggung pembukaan.
Pertunjukan ini menjanjikan kolaborasi apik yang menggabungkan kekuatan akting teater modern, kemegahan tata lampu multimedia, serta keindahan aransemen musik orkestra etnik.
Kemeriahan FSBJ VIII tidak berhenti di hari pertama saja. Sepanjang sepekan ke depan, tepatnya dari tanggal 14 hingga 19 Juli 2026, kompleks Art Center Denpasar sudah menyiapkan berbagai agenda unggulan yang terbagi dalam beberapa kategori seni:
Kandha (Sarasehan & Diskusi Sastra): Bagi para pencinta literasi dan pemikir seni, diskusi ilmiah akan digelar setiap Selasa hingga Kamis pukul 10.00 WITA di Gedung Konferensi Ksirarnawa. Ruang diskusi ini akan berfokus mengupas fenomena mutakhir, mulai dari perkembangan sastra digital hingga tantangan kritik seni rupa di era kecerdasan buatan.
Wimbakara (Lomba Kreatif): Ruang kompetisi bagi generasi muda juga tersebar di beberapa titik. Pada Rabu, 15 Juli pukul 14.00 WITA, Gedung Ksirarnawa akan menjadi ruang penayangan sekaligus penjurian Lomba Film Pendek Kontemporer.
Keesokan harinya, Kamis, 16 Juli pukul 17.00 WITA, giliran siswa SMA/SMK se-Bali yang akan beradu kreativitas dalam Lomba Musik Musikalisasi Puisi di Kalangan Madya Mandala.
Utsawa (Parade Seni Kontemporer): Panggung hiburan akan semakin semarak menjelang akhir pekan. Pada Jumat dan Sabtu malam mulai pukul 19.30 WITA, Kalangan Angsoka akan diguncang oleh penampilan komunitas musik indie Bali dalam Parade Band Etnik Modern.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati seni visual, Pameran Seni Rupa bertajuk "Bali Bali Kini" juga dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WITA di Gedung Mahabandha.
Pameran ini menampilkan deretan instalasi modern, lukisan kontemporer, hingga karya seni digital hasil kurasi dari 50 seniman muda berbakat.***
Editor : Ibnu Yunianto