Pesan Menyentuh Komedian Italia, Christian Giacobbe di Bali Comedy Club: Ingatkan WNA Jaga Etika dan Hormati Kebudayaan Indonesia

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 05:20 WIB
MENYINDIR DENGAN TAWA: Mengocok perut dan sampaikan pesan positif, asal Italia, Christian Giacobbe. (marsellus pampur)
MENYINDIR DENGAN TAWA: Mengocok perut dan sampaikan pesan positif, asal Italia, Christian Giacobbe. (marsellus pampur)

Komedian tunggal (stand-up comedian) asal Italia, Christian Giacobbe, memberikan pesan mendalam bagi para warga negara asing (WNA) yang bermukim maupun berwisata di Indonesia. Khususnya Bali. Lewat pertunjukan spesial bertajuk Thursday Comedy Jam yang digelar Bali Comedy Club di Kilo Seminyak, Kuta, Kamis (31/7/2026) malam Wita, Chris mengingatkan bahwa keindahan alam Indonesia harus diimbangi dengan rasa hormat terhadap kearifan lokal.

PENGOCOK perut yang satu ini tampak sangat piawai memainkan emosi dan menguasai materi lelucon. Di hadapan ratusan penonton, komedian yang akrab disapa Chris ini menyelipkan pesan kebangsaan dan empati di balik gelak tawa komedi observasionalnya.

Baca Juga: Perdana, Festival Bulan Bahasa Bali Gelar Stand Up Comedy, Cek Daya Tariknya

Hampir sembilan tahun menetap di Indonesia membuat pria berdarah Italia ini menganggap Indonesia bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua.

Baca Juga: Wow! Pemkab Klungkung Buat Lomba Stand Up Comedy Prokes Agar Tak Stres

According to my passport, I'm still a foreigner. Tapi kalau lihat isi perut saya, saya sudah lebih nasi goreng daripada pasta. Dan setelah hampir sembilan tahun tinggal di Indonesia, saya sadar, yang membuat saya bertahan di sini bukan cuma makanannya, tapi orang-orangnya. Indonesia gave me a second home,” seloroh Chris disambut gelak tawa penonton.

Jebolan ajang kompetisi stand-up comedy televisi nasional ini mengaku telah menemukan hangatnya kekeluargaan di berbagai daerah di tanah air, mulai dari Bali, Jakarta, hingga Mojokerto. Seluruh materi pertunjukannya malam itu ia persembahkan sebagai wujud rasa syukur atas keramahan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, daya tarik utama Indonesia di mata dunia bukan hanya tebaran pantai tropis atau pemandangan matahari terbenam (sunset), melainkan kekayaan kuliner, bentang alam yang memukau, serta hangatnya interaksi sosial. Keramahan inilah yang membuat banyak turis terikat secara emosional dan selalu ingin kembali. Oleh karena itu, ia menilai para wisatawan asing memikul tanggung jawab moral untuk membalas kebaikan tersebut dengan perilaku sopan.

Secara khusus, Chris menekankan pentingnya meresapi falsafah Nusantara, ”di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, sebagai prinsip universal bagi setiap WNA.

”Kalau ke Indonesia jangan cuma cari tempat yang Instagrammable. Cari juga cerita, cari teman baru. Belajar bilang 'terima kasih', 'permisi', atau minimal 'enak banget'. Trust me, itu jauh lebih berguna daripada hafal nama beach club. Don't just consume Indonesia, experience it,” pesan komedian berpenampilan khas self-deprecating humor tersebut.

Menutup penampilannya, Chris menyelipkan satu kalimat pamungkas yang menjadi pengingat bagi seluruh komunitas warga asing yang ada di Indonesia. ”Saya selalu bilang, jadilah bule yang baik dan sopan,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Christian Giacobbe komedian Italia kritik sosial stand up comedy komedian