Industri mode di Pulau Dewata kian menunjukkan taringnya di kancah global. Gelaran Sanur Fashion Week 2026 dipastikan bakal menjadi ajang pembuktian potensi kain tenun khas Bali, seperti endek hingga songket, sebagai magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
PERGELARAN bergengsi ini siap dihelat pada Kamis (6/8/2026) hingga Jumat (7/8/2026) mendatang di kawasan pesisir ICON Bali Mall, Sanur, Denpasar Selatan.
Baca Juga: Kembali Hadir! Kuta Fashion Week Gaungkan "Echoes of Bali" lewat Karya Desainer Lokal Indonesia
Mengusung tema Woven in Cultural Legacy, Sanur Fashion Week menyuguhkan panggung peragaan busana nan unik yang memadukan keindahan alam pesisir, kekayaan budaya Bali, serta inovasi industri kreatif.
Hajatan yang diprakarsai oleh Cap Bali Foundation & Friends ini diselenggarakan guna mendorong keberlanjutan dan pertumbuhan ekosistem fashion tanah air.
Komisaris Cap Bali Group selaku penyelenggara event, I Wayan Gede Ari Danangga menyatakan, ajang ini dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan brand lokal dengan jejaring internasional.
”Nantinya event ini akan menjadi platform yang menghubungkan brand-brand lokal dengan wisatawan mancanegara, buyer, distributor, investor, media, serta pelaku industri fashion internasional yang menjadikan Bali sebagai salah satu pusat pariwisata dunia,” ujar Ari Danangga saat memberikan keterangan pada Jumat (31/7/2026).
Ari menambahkan, posisi Bali sebagai gerbang pariwisata dunia menjadi modal kuat untuk memperluas eksposur karya para desainer dalam negeri. Melalui event ini, produk lokal diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis hingga menembus pasar mancanegara.
Keunikan utama Sanur Fashion Week 2026 terletak pada runway utamanya yang didirikan tepat di atas breakwater Pantai Sanur. Latar pemandangan laut lepas nan alami akan menyatu harmonis dengan tiap busana yang diperagakan. Konsep ini tidak hanya menyajikan estetika visual yang anggun dan autentik, tetapi juga merepresentasikan karakter Sanur yang tenang dan sarat nilai budaya.
”Lebih dari sekadar peragaan busana, kami ingin membangun sebuah platform yang mengangkat budaya Sanur dan Bali pada industri fashion dengan panggung keindahan alam Pantai Sanur. Kami percaya Sanur memiliki karakter budaya yang sangat kuat untuk menjadi rumah bagi fashion week yang berakar pada identitas lokal namun berdaya tarik internasional,” ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan General Manager Commercial & Marcomm ICON Bali, Renata Hutasoit. Menurutnya, tingginya angka kunjungan wisatawan ke ICON Bali Mall menjadi momentum tepat untuk menggerakkan perekonomian lokal melalui sektor ekonomi kreatif.
Kemeriahan acara juga bakal disempurnakan dengan aksi panggung Alffy Rev yang memboyong XYRA sebagai penampilan spesial.
”Melalui penyelenggaraan ini, Sanur diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi untuk menikmati matahari terbit dan keindahan pantai, tetapi juga sebagai panggung lahirnya kreativitas, inovasi, dan karya-karya fashion Indonesia yang berakar pada budaya,” pungkas Renata. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali