Ubud Folkfest 2026 : Hadirkan Navicula, Iksan Skuter, Deretan Musisi Internasional hingga Kolaborasi Seni Tradisional

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 04:21 WIB
SEMARAK  PEMBUKA FESTIVAL : Penampilan genjek dari Komunitas Sanggar Seni Pondok Pekak asal Ubud, Gianyar di pembukaan Ubud Folkfest, Jumat (14/8/2026). (foto: Marsellus Pampur)
SEMARAK  PEMBUKA FESTIVAL : Penampilan genjek dari Komunitas Sanggar Seni Pondok Pekak asal Ubud, Gianyar di pembukaan Ubud Folkfest, Jumat (14/8/2026). (foto: Marsellus Pampur)

Ubud Folkfest 2026 : Hadirkan Deretan Musisi Internasional hingga Kolaborasi Seni Tradisional

Panggung tahunan Ubud Folkfest kembali menyapa para penikmat musik, seni, dan budaya di Ubud, Gianyar, untuk tahun kelima penyelenggaraannya. Menariknya, panggung festival tahun ini tidak hanya dimeriahkan oleh musisi papan atas tanah air seperti Navicula dan Iksan Skuter, tetapi juga diramaikan oleh deretan pemusik dari mancanegara.

DARI penuturan Festival Director Ubud Folkfest, Rizal Hadi mengatakan, selama dua hari penyelenggaraan yakni Jumat (14/8/2026) dan Sabtu (15/8/2026), terdapat tiga penampilan internasional yang turut mengentak panggung.

Baca Juga: Menuju Usia ke-13, Ubud Village Jazz Festival 2026 Usung Energi Terbarukan hingga Sentuhan Bambu

Mereka antara lain adalah Managona asal Taiwan, Tanya Jorge asal Melbourne (Australia), dan Sunz dari New Zealand.

Baca Juga: Ubud Village Jazz Festival 2023 Ditutup Dengan Meriah,Jepang, Spanyol dan Singapura Beri Warna Dinamis

”Untuk musisi lokal pasti banyak, termasuk musik selonding Bali hingga seni tradisional dari Jawa Barat. Selain itu, ada tiga penampil internasional dari Taiwan, Australia, dan New Zealand,” ujar Rizal di sela-sela pembukaan Ubud Folkfest di Biji World Ubud, Gianyar, Jumat (14/8/2026).

Rizal menjelaskan, minat musisi mancanegara untuk tampil di Ubud Folkfest sebenarnya sangat tinggi setiap tahunnya.

Namun, pihak penyelenggara belum bisa mengakomodasi seluruhnya lantaran terkendala kendala administratif dan pengurusan visa.

Pada kesempatan yang sama, Founder Ubud Folkfest, Sarah Hadi menegaskan bahwa ajang ini dirancang untuk memadukan berbagai cabang seni, musik, hingga pertunjukan budaya.

Salah satu bentuknya ditunjukkan melalui penampilan kesenian genjek dari Komunitas Sanggar Seni Pondok Pekak Ubud pada pembukaan festival, Jumat (14/8/2026) sore Wita.

”Jika melihat perkembangannya, Ubud Folkfest ini menjadi titik temu beragam kreativitas. Tidak hanya musik, tetapi juga seni rupa dan budaya,” tegas Sarah. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kolaborasi musisi festival ubud pertunjukan seni budaya gianyar