Dua Buku Lahir dari Tanah Rantau, Nikmat Harahap Mengubah Perjuangan Menjadi Karya

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:11 WIB
Nikmat Harahap. (Dok. Pribadi)
Nikmat Harahap. (Dok. Pribadi)

NIKMAT HARAHAP adalah penulis asal Kota Medan yang merantau ke Jakarta.

Di tanah rantau, bagi sebagian orang adalah tempat mencari penghidupan.

Namun, bagi Nikmat Harahap, rantau punya arti lebih panjang: tempat menguji ketahanan diri, menyimpan kerinduan kepada keluarga.

Sekaligus ruang untuk membuktikan bahwa mimpi seorang anak muda dapat diperjuangkan dari keadaan yang serba terbatas.

Anak muda asal Medan, Sumatera Utara, itu memilih tulisan sebagai jalannya. 

Di sela perjuangan memenuhi kebutuhan hidup jauh dari keluarga, Nikmat Harahap tetap menulis.

Kata demi kata yang semula menjadi ruang untuk menuangkan pikiran perlahan tumbuh menjadi identitas dirinya.

Kini, anak muda kelahiran 28 April 2003 tersebut, telah menerbitkan dua buku.

Karya pertamanya berjudul "DUNIA EMANG SEJAHAT INI", yang terbit pada tanggal 20 Maret 2025.

Dan disusul buku kedua yang berjudul "DOA IBU YANG UDAH TIADA", terbit pada tanggal 28 April 2026.

Dua judul itu seperti memperlihatkan warna personal yang sedang dibangun Nikmat.

Ia tidak mengambil jarak terlalu jauh dari kehidupan.

Tulisan-tulisannya bergerak di sekitar pengalaman, pergulatan hidup, kehilangan, keluarga, dan sisi emosional manusia yang dekat dengan keseharian pembacanya.

Di dunia kepenulisan, ia menggunakan nama Nikmat HRP.

Identitas tersebut juga dibawanya ke ruang digital.

Selain menulis buku, Nikmat aktif sebagai konten creator dengan membagikan tulisan dan karya melalui media sosial.

Dari sinilah personal branding Nikmat Harahap dimulai terbentuk.

Ia ingin dikenal bukan semata sebagai kreator yang mengejar perhatian di media sosial, melainkan anak muda yang menggunakan platform digital untuk memperluas jangkauan karya tulisnya.

Konsistensi itu kemudian memberikan hasil ekonomi. 

Aktivitas sebagai kreator konten dan penulis membuat Nikmat Harahap mulai memperoleh penghasilan setiap bulan. 

Media sosial yang sebelumnya menjadi tempat membagikan karya perlahan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang sedang dibangunnya.

Editor : Rosihan Anwar
nikmat harahap