Yande Membawa Nuansa Gamelan Bali ke Beragam Genre Musik Digital

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:14 WIB
Yande.
Yande.

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Perkembangan teknologi digital memberikan ruang yang semakin luas bagi para kreator untuk mengeksplorasi musik.

Salah satunya Yande, kreator musik yang mencoba memadukan karakter musik modern dengan warna budaya Nusantara, khususnya nuansa gamelan Bali. 

Karya-karya Yande tidak terpaku pada satu genre. Eksplorasi musiknya mencakup pop, koplo, DJ, musik bernuansa Osing Banyuwangi, musik Bali, hingga berbagai bentuk aransemen modern lainnya.

Meski memiliki karakter genre yang berbeda, terdapat satu unsur yang terus menjadi benang merah dalam karya-karyanya, yaitu nuansa gamelan Bali. 

Bagi Yande, gamelan Bali bukan sekadar ornamen yang hanya digunakan pada bagian pembuka atau penutup lagu.

Warna instrumen seperti gangsa, reyong, jegogan, ceng-ceng, gong, kempli, serta suling Bali dapat ditempatkan sebagai bagian dari aransemen untuk memberikan karakter tersendiri pada sebuah lagu. 

Pendekatan tersebut membuat unsur tradisional dapat bertemu dengan berbagai warna musik modern.

Dalam musik koplo, misalnya, karakter kendang dan groove modern dapat dipadukan dengan warna gamelan Bali. Pada musik DJ, elemen elektronik dapat berjalan bersama suara instrumen tradisional. 

Sementara dalam lagu pop atau lagu bernuansa Osing Banyuwangi, gamelan Bali dapat digunakan dengan pendekatan yang lebih lembut agar tetap menyatu dengan karakter lagu. 

Eksplorasi lintas genre tersebut menjadi bagian dari upaya Yande membangun identitas musik yang mudah dikenali.

Genre boleh berubah sesuai konsep lagu, tetapi warna gamelan Bali tetap dipertahankan sebagai ciri musikal. 

Selain mengeksplorasi berbagai instrumen dan genre, Yande juga mengikuti perkembangan teknologi dalam proses produksi musik.

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk mengeksplorasi ide, aransemen, dan kemungkinan musikal dalam proses kreatif. 

Namun, teknologi bukan menjadi identitas utama karya Yande. Yang ingin ditonjolkan adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membuka ruang eksplorasi baru tanpa meninggalkan karakter budaya lokal.

Perpaduan antara musik modern dan unsur tradisional tersebut juga membuka kemungkinan bagi gamelan Bali untuk hadir dalam format yang lebih dekat dengan pendengar digital.

Musik yang memiliki akar budaya lokal dapat dikemas melalui produksi modern dan dinikmati melalui berbagai platform digital. 

Bagi Yande, keberagaman genre justru menjadi ruang untuk terus bereksperimen.

Musik Bali, Osing Banyuwangi, pop, koplo, DJ, dan genre lainnya tidak harus berdiri sendiri. Berbagai karakter tersebut dapat dipertemukan melalui aransemen yang tetap mempertahankan warna Nusantara. 

Konsistensi menghadirkan nuansa gamelan Bali menjadi bagian penting dalam perjalanan kreatif Yande.

Di tengah perkembangan musik digital yang semakin beragam, identitas lokal menjadi warna yang ingin terus dipertahankan. 

Melalui pendekatan tersebut, Yande mencoba menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi dapat berjalan berdampingan.

Gamelan Bali tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan tradisional, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan musik digital dengan berbagai karakter dan genre.

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
Yan De