Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Persiapan Festival Ogoh-ogoh di Tabanan : Kini Aturan Diperketat, Wajib Undagi Lokal, Dilarang "Ngebon" Seniman Luar Daerah

Juliadi Radar Bali • Kamis, 29 Januari 2026 | 07:37 WIB
Ilustrasi salah satu karya ogoh-ogoh tahun 2024 lalu. (dok.radar bali)
Ilustrasi salah satu karya ogoh-ogoh tahun 2024 lalu. (dok.radar bali)

Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan mulai mematangkan persiapan Festival Ogoh-ogoh Singasana ke-III. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Tabanan, I Made Subagia, mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi syarat ketat yang telah ditetapkan panitia guna menjaga marwah kreativitas lokal.

KARYA harus asli milik sendiri. Tidak boleh ngebon atau pinjam seniman luar. Salah satu syarat utama yang ditekankan adalah keterlibatan undagi (perancang desain). Disbud mewajibkan setiap Sekaa Teruna-Teruni (STT) menggunakan jasa undagi lokal ber-KTP Tabanan.

"Kami melarang peserta menggunakan undagi dari luar Kabupaten Tabanan, seperti dari Denpasar atau daerah lainnya. Ini akan menjadi prasyarat mutlak penilaian juri," tegas Subagia, Rabu (28/1/2026). Namun, ia menjelaskan bahwa perpindahan antar-kecamatan di dalam Tabanan masih diperbolehkan.

Selain faktor "orang dalam", panitia juga menyoroti tiga poin penting lainnya sebagai berikut:

Hal ini tentu memerlukan keseriusan masing-masing sekaa untuk menampilkan karyanya sekaligus regenerasi dan pelestarian budaya di Tabanan. [*]

Editor : Hari Puspita
#nyepi #tabanan #festival ogoh-ogoh #ogoh-ogoh #malam pengerupukan