DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi hajatan tahunan Pemerintah Provinsi yang ditunggu-tunggu. Untuk pelaksanaan kali ini, Gubernur Bali Wayan Koster mewanti-wanti agar meminimalisir komplain seperti tahun-tahun sebelumnya. Masalah utama yang disoroti adalah perihal kebersihan dan higienitas.
Koster membandingkan dengan pelaksanaan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih yang berhasil dalam penanganan sampah.
"Semakin baik dan rapi. Komplain semakin berkurang, jadi perhatian soal kebersihan. Kalau di Besakih bisa diatur jadi bersih sampahnya, ini juga buatkan imbauan supaya para pengunjung tertib tidak membuang sampah sembarangan. Pedagang juga jangan menumpuk sampah supaya tetap bersih," terangnya dalam Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di Wiswa Sabha Utama, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Start! Restorasi Suci Pura Agung Besakih Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Keagungan Parahyangan
Dalam memberikan efek jera, Koster meminta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) menurunkan tim untuk memantau dan melakukan pengawasan selama satu bulan penuh. "Memastikan kalau ada yang melanggar, Dinas Lingkungan Hidup bekerja setiap hari di sana," jelasnya.
Adapun yang berbeda pada perhelatan PKB tahun ini adalah keterlibatan pihak luar atau Event Organizer (EO). Menurut Koster saat dikonfirmasi usai acara, dengan adanya EO, pelaksanaan diharapkan lebih efektif dan efisien.
Bahkan, ia meyakini tidak akan ada lagi komplain mengenai keterlambatan pembayaran karena EO yang akan menalangi pengeluaran sebelum pendanaan dari pemerintah cair.
"Iya, kan dia bisa bayarin dulu. Kalau melalui dinas, harus menunggu cair dulu dan itu lama," terang Koster.
Adapun tema dalam PKB kali ini adalah ‘Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha’ yang bermakna memuliakan dan menyucikan jiwa menuju kesempurnaan.
Dipastikan pawai dan peed aya menjadi pembukaan PKB yang berlokasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana menyampaikan, terdapat 10 materi pokok dalam PKB ini, mulai dari pawai, pameran, pagelaran, parade, lokakarya, lomba, sarasehan, penghargaan pengabdian seni, pekan kebudayaan daerah, serta perayaan budaya dunia.
"Akan diawali dengan pementasan tari Siwa Nataraja di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, yang merupakan tari kebesaran PKB," katanya.
Gus Alit Suryana, menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti pameran seni rupa ada100 seniman. Kemudian juga pameran UMKM ada 124 Kemudian pameran kuliner ada 70 peserta. Rekapitulasi data pengisian acara 673 sekaa dengan jumlah seniman yang terlibat 20.929 orang.
Seniman yang terlibat tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta hingga Kalimantan Tengah serta daerah lainnya. Terdapat 13 pagelaran dari luar daerah. Sementara itu, untuk partisipasi dari luar negeri diikuti oleh 10 peserta. Di antaranya dari Timor Leste, Hong Kong, India, New York, Korea, serta Tokyo.***
Editor : M.Ridwan